Kadisparbud Jepara Meninggal saat Upacara Pencanangan Hari Jadi

Saat itu Basuki harus membacakan laporan ketua panitia rangkaian peringatan Hari Jadi ke-470 Jepara Tahun 2019, dan Hari Kartini ke-140 sekitar delapan lembar.

JEPARA – Suasana duka menyelimuti seluruh panitia dan peserta apel pencanangan Hari Jadi ke-470 Jepara dan Hari Kartini ke-140 di Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Basuki Wijayanto, meninggal dunia saat membacakan laporan ketua panitia penyelenggara, pada Jumat (15/3/2019) di Alun-alun Jepara.

Kadisparbud Jepara Basuki Wijayanto harus dipapah saat meninggalkan Alun-alun Jepara. Basuki akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke RSU Kartini. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Upacara dimulai seperti biasa, petugas upacara saat itu dari Disparbud Jepara. Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Florentina Budi Kurniawati, bertindak sebagai pemimpin apel. Sedangkan Bupati Ahmad Marzuki, bertindak sebagai pembina apel.

Usai laporan pemimpin apel, kemudian dilanjutkan laporan penyelenggara oleh Basuki Wijayanto.

Saat itu Basuki harus membacakan laporan ketua panitia rangkaian peringatan Hari Jadi ke-470 Jepara Tahun 2019, dan Hari Kartini ke-140 sekitar delapan lembar. Saat tiba di lembar ketiga, atau tepatnya di rangkaian kegiatan, tiba-tiba saja terhenti di tengah-tengah.

Selama beberapa detik, ia masih tetap mencoba berdiri di tengah lapangan, sambil memegang dada kirinya. “Ehem, saya sudah tidak kuat,” kata Basuki pelan.

Melihat kejadian itu, Wakapolres Jepara Kompol Pranandya Subiyakto, yang berada di barisan pimpinan perangkat daerah, berlari ke tengah lapangan menghampiri dan merangkul Basuki.  Baru beberapa langkah, terlihat ia sudah tidak mampu melangkah.

Kemudian diikuti Asisten III Setda Jepara Edy Sujatmiko dan Kepala Dishub Deni Hendarko, serta peserta upacara yang berada di depan. Lalu, Basuki dibopong keluar lapangan dan ditandu ke dalam mobil ambulans, serta dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kartini Jepara.

“Saya lihat Pak Basuki terlihat pucat dan lemas. Saat saya bopong ke luar lapangan, napasnya sudah megap-megap (tersengal),” kata Kompol Pranandya. (MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.