Kadinas Minta Siswa SDN 2 Sarirejo Utamakan Kasih Sayang

image

KENDAL – Dinas Pendidikan (Dinkas) Kabupaten Kendal menyayangkan kejadian kekerasan yang dilakukan siswa di dalam area sekolah. Dinas meminta kepada kalangan pendidik, untuk memantau perilaku siswa dan menekankan nilai kasih sayang kepada siswa agar kejadian kekerasan siswa ini tidak terulang. Sementara itu kasus meninggalkan siswi SD Negeri 2 Sari rejo Kaliwungu yang diduga akibat dipukul teman sekelasnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kadiknas Kendal Muryono Jumat pagi mendatangi rumah duka Mila Amelia di kampung Karangsari Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu Kendal Jumat (30/10) pagi. Muryono ditemui Nasikhin dan Umi Kalsum orangtua korban. Kadiknas memberikan santunan kepada orangtua dan memintanya untuk iklas dan tabah atas kejadian tersebut. Muryono berpesan agar silahturahmi dengan keluarga pelaku tetap dijaga karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Ini kejadian luar biasa dan Diknas  menyayangkan kasus kekerasan anak  yang terjadi dilingkungan sekolah serta luput dari perhatian guru dan kepala sekolah. Meski penyebab kematian korban belum tentu akibat pemukulan, namun aksi kekerasan di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian guru dan kalangan pendidik lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan, sekolah seharusnya bisa memantau perkembangan anak. “Ibarat pohon, satu helai daun jatuh harus diketahui karena menyangkut perkembangan pohon itu sendiri,” imbuh Muryono.

Sekolah seharusnya tidak menekankan kepada kompetensi siswa dalam belajar namun juga mengajarkan kasih sayang. Selain mendatangi rumah duka, Kadiknas juga menyambangi sd  SDN 2 Sarirejo untuk mendengarkan keterangan dari guru dan kepala sekolah.

Wali kelas enam, Riyadi mengatakan kejadian pemukulan saat jam istirahat. Meski sudah meminta anak-anak untuk istirahat di luar kelas saat kejadian ada tiga anak yang di dalam kelas. “Sekolah selalu meminta siswa saat istirahat untuk berada di luar kelas, namun saat itu ada tiga anak. Ketiganya yakni Mila Amelia, BU yang diduga melakukan pemukulan dan salah satu temannya,” katanya.

Awal kejadian saat BU menyobek buku Mila, kemudian Mila mengejek hingga BU marah dan memukul korban. Usai pemukulan korban masih sempat mengikuti pelajaran hingga jam pelajaran terakhir, namun keesokan harinya tidak berangkat dan mendapat kabar meninggal dunia di rumah sakit.

Muryono juga memberikan pengarahan kepada siswa kelas enam untuk mengedepankan kasih sayang dan tidak main kekerasan. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 6 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.