Kabupaten Magelang Darurat Puting Beliung

Sejumlah wilayah yang terdampak bencana angin kencang antara lain, Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun.

MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, menetapkan status darurat atas bencana angin puting beliung yang telah melanda beberapa wilayah kecamatan, 20-21 Oktober 2019.

Bupati Zaenal Arifin dan Kepala Unit BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto saat mengunjungi warga yang mengungsi di Balai Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Dari data yang telah dihimpun oleh BPBD Kabupaten Magelang, sejumlah wilayah yang terdampak bencana angin kencang antara lain, Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, menyatakan,  Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini telah menetapkan status darurat atas bencana yang melanda beberapa wilayah di Magelang dua hari terakhir.

Menurut Bupati, status darurat itu ditetapkan agar Pemkab segera bisa menangani bencana ini dengan cepat. “Dengan status darurat ini, secara regulasi kita bisa melakukan langkah-langkah yang strategis,” kata, Zaenal saat meninjau para korban bencana di tempat pengungsian Pogalan, Pakis, Senin (21/10/2019).

Seperti diketahui, selama dua hari, Minggu sore hingga Senin (20-21/10) beberapa wilayah kecamatan di lereng Gunung Merapi dan Merbabu dilanda angin kencang. Ratusan rumah rusak, sehingga warga terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Warga mengungsi di penampungan sementara, seperti di Balai Desa Ketundan, dan masjid-masjid di sekitar wilayah Kecamatan Pakis. Tercatat jumlah pengungsi sebanyak 2.682 jiwa yang berasal dari 853 KK. Sedangkan jumlah pengungsi di Balai Desa Pogalan sejumlah 94 jiwa.

“Tentu kami sangat prihatin dengan bencana ini. Kami juga sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kesigapan para personel baik TNI, POLRI, dan para relawan yang telah membantu proses assasment dan evakuasi warga,” ungkap Zaenal.

Sementara itu, di Kecamatan Sawangan juga terjadi kerusakan di 26 rumah warga. Di Kecamatan Kajoran 50 rumah rusak ringan, Kecamatan Ngablak 50 rumah rusak ringan, Kecamatan Tegalrejo 12 rumah rusak ringan, Kecamatan Srumbung dan Dukun banyak pohon tumbang yang menutupi akses jalan.

Kepala pelaksana  BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengatakan bahwa angin puting beliung memang kerap terjadi terutama di masa-masa perubahan musim. Kendati demikian, pihaknya juga sedang berkonsultasi kepada pihak BMKG terkait fenomena alam tersebut.

“Biasanya angin puting beliung ini hanya berlangsung sebentar saja, terutama di masa-masa perubahan musim,” terang, Edi.

Terkait bencana tersebut, pihaknya akan menggelar rapat khusus bersama seluruh dinas terkait guna menentukan arah kebijakan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Selain itu, BPBD Kabupaten Magelang juga menetapkan status darurat yang akan berlaku selama kurang lebih 14 hari ke depan. “Tadinya kita akan tetapkan status darurat selama 3 hari. Namun kondisinya tidak memungkinkan karena proses assesment saja butuh waktu 3 hari sendiri. Belum nanti logistik dan lain-lain,” ujarnya.

“Kami imbau masyarakat yang terdampak bencana untuk sementara waktu tetap di penampungan, sambil menunggu arahan selanjutnya dari para petugas,” Edi menambahkan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.