Jurusan Desain Grafis BLK Kota Magelang Kebanjiran Peminat

Sejak jurusan desain grafis dibuka pekan lalu, sebanyak 60-an calon peserta yang mendaftar. Padahal kelas atau paket yang dibuka hanya menampung 16 orang.

MAGELANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang memberlakukan sistem seleksi untuk calon peserta didik jurusan desain grafis di Balai Latihan Kerja (BLK). Ini dilakukan karena jurusan tersebut banyak peminat.

Pelatihan desain grafis yang diadakan BLK Kota Magelang. Foto: dokumentasi

Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan, mengatakan sejak jurusan tersebut dibuka pekan lalu, sebanyak 60-an calon peserta yang mendaftar. Padahal kelas atau paket yang dibuka hanya menampung 16 orang.

Gunadi menegaskan, dalam seleksi hal yang diprioritaskan adalah pencari kerja (Pencaker) yang memiliki kartu serta memiliki ilmu tentang desain grafis.

“Jadi BLK di sini bukan untuk memberi ilmu baru, melainkan pendalaman dari yang pernah pencaker dapatkan sebelumnya,” kata Gunadi, Kamis (17/10/2019).

Ia melanjutkan, jurusan desain grafis dibuka atas masukan dari pencaker sendiri. Masukan datang melalui grup pencaker di tiap kelurahan di aplikasi WhatsApp yang difasilitasi Disnaker. Hingga sekarang ada sekitar 3.000 pencaker yang sudah tergabung dalam grup tersebut.

“Di grup itu kita berikan info lowongan pekerjaan, termasuk langkah kita dalam menjaring aspirasi,” ujarnya.

Gunadi berujar, desain grafis merupakan sebuah jurusan yang memiliki pangsa pasar kerja yang luas dan terbuka. Ini disadari karena teknologi informasi berkembang pesat, sehingga menganggap bahwa desain grafis adalah kebutuhan.

“Program jurusan ini masih baru, dan perdana digelar di BLK Kota Magelang, sehingga baru bisa menampung 16 orang di satu kelas. Kami harap setelah mendapatkan pelatihan, para lulusan nantinya bisa berwirausaha,” ujarnya.

Khusus kelas ini, pihaknya mendatangkan tutor dari BLK Kabupaten Temanggung. Jurusan desain grafis menambah kelas pelatihan yang dibuka BLK Kota Magelang.

Selain desain grafis, BLK Kota Magelang memiliki setidaknya enam paket pelatihan peningkatan keterampilan yakni menjahit, montir sepeda motor, tata rias, tata boga, komputer, dan bahasa asing. Paket pelatihan tersebut seluruhnya dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD Kota Magelang. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.