Jurang Koco Gunung Mujil, Uji Adrenalin dari Atas Jembatan Kaca

Di atas kaca yang membentang berukuran 18 x 10 meter ini, wisatawan akan disuguhi di bawahnya seperti pepohonan dan aliran Sungai Progo.

MAGELANG – Hanya yang punya nyali besar yang berani menginjak lantai kaca di ketinggian 35 meter. Saat diinjakpun, kaca ini memunculkan suara gemeretak seolah kaca pecah. Namun jangan kaget, karena itu hanyalah efect sound yang sengaja dipasang untuk membuat andrenalin semakin terpacu.  Itulah Jurang Koco Gunung Mujil, yang berada di komplek obyek wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang.

Jurang Koco Gunung Mujil jadi tantangan pangunjung Taman Kyai Langgeng untuk menikmati keindahan Kota Magelang dari ketinggian 35 meter. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Jurang koco ini baru dibuka pada awal Lebaran lalu. Kendati demikian, sudah langsung dituju para wisatawan yang penasaran dengan obyek baru ini. Di atas kaca yang membentang berukuran 18 x 10 meter ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan di bawahnya seperti pepohonan dan aliran Sungai Progo.

“Jurang Koco berada di atas Gunung Mujil. Oleh masyarakat setempat, dinamakan Mujil karena zaman dulu, tempat ini akan muncul gunung. Sehingga dinamakan Mujil,” terang Direktur Taman Kyai Langgeng (TKL), Edi Susanto didampingi Kabag Operasional dan Teknik, Slamet Maryono,” Senin (24/6/2019).

Untuk menginjak Jurang Koco ini, dibutuhkan nyali besar. Bahkan pihak pengelola memberikan syarat, pengunjung tidak memiliki riwayat sakit jantung. “Apabila punya riwayat sakit jantung, sebaiknya tidak usah menginjak,” saran Edi.

Hal itu disarankan karena pengunjung nantinya benar-benar bisa melihat pemandangan di bawahnya dari atas ketinggian 35 meter. Apalagi saat akan menuju lantai kaca, pengunjung harus melewati jembatan besi yang bergoyang-goyang kendati hanya berjarak 1,5 meter.

Dari atas lantai ini, pengunjung akan menikmati sensasi yang luar biasa, karena bisa melihat pemandangan indah di sebelah barat. Bila beruntung, maka akan menangkap pemandangan Gunung Sumbing yang indah.

Dari atas Jurang Koco, akan terlihat pula perkampungan Gemulung Bandongan Kabupaten Magelang dan perumahan Tuk Songo Meteseh Kota Magelang.

Untuk masuk ke Jurang Koco ini, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu. Jurang Koco ini dibuat pihak ketiga, dengan bahan kaca yang didatangkan langsung dari Cina.

Edi mwnammenamb, pengunjung hanya dibatasi 10 orang setiap sesi-nya. “Kita jamin keamanannya, karena kaca ini memiliki ketebalan yang mampu menampung orang 10,” terangnya.

Sementara itu, Slamet Maryono menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan-pembenahan agar obyek baru ini menjadi lebih menarik. Seperti memindahkan loket tiket yang dirasa justru menutup pemandangan yang indah.

“Rencana akan kita buat taman dn juga ornamen lain supaya nampak lebih indah. Supaya pengunjung akan puas berswafoto di sini,” tutur Slamet.

Ia juga mengatakan, pengunjung tidak diperbolehkan mengenakan sepatu saat menginjak lantai. Mereka harus mengganti sepatu dengan sandal plastik yang sudah disediakan. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.