Jualan di Medsos, Dua Begal Kendal Kena Batunya

Polisi sempat kesulitan mengungkap kasus ini, sampai akhirnya tersangka menjual hasil curian melalui media sosial.

KENDAL – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berhasil dibekuk jajaran Reskrim Polres Kendal setelah pelaku menjual hasil kejahatannya di media sosial. Meski barang curian dijual secara terpisah dan dipreteli, namun polisi berhasil mengungkap jaringan begal yang meresahkan warga Kendal.

Begal Motor
Ilustrasi. Dua begal motor diringkus setelah menjual suku cadang lewat medsos. Foto: dok timesofindia

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan, pengungkapan pelaku kejahatan ini setelah sebelumnya ada laporan pencurian dengan kekerasan di sekitar Stadion Utama Kebondalem Kendal beberapa waktu lalu.

Nunung menjelaskan, korban  yang berusia 16 tahun melintas sendirian di sekitar area stadion dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba dia dipepet oleh dua orang pria dari arah belakang.

BACA JUGA: Bentrok Suporter di Kendal, Sejumlah Motor Dirusak Massa

“Pelaku ada dua, yakni AS yang mengendarai sepeda motor dan MBH yang mengancam korban dengan menggunakan parang. Korban yang takut menyerahkan motornya dan lari,” ujarnya, Rabu (1/8)

Pada awal penyelidikan pihaknya mengalami kesulitan mencari bukti dan petunjuk kasus itu. Pasalnya tidak ada saksi yang melihat kejadian itu.

Namun pihaknya tidak kekurangan akal. Berbekal dengan data nomor rangka dan nomor mesin dari surat kendraan, polisi kemudian melakukan patroli di internet. Hingga memasuki bulan Juli, pihaknya mendapatkan titik terang.

BACA JUGA: Beraksi Siang Bolong, Dua Begal Alas Roban Dilumpuhkan

“Kami menduga unit yang dirampas dijual secara terpisah-pisah di media sosial. Selanjutnya kami mencoba membeli suku cadang mesin yang dijual di media sosial. Setelah yakin, kami pancing pelaku untuk melakukan transaksi,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya mengamankan dan memeriksa empat orang atas kejadian tersebut. Namun dari pendalaman hanya dua orang yang ditetapkan tersangka.

Dua orang lainnya sebagai pemilik akun media sosial yang menjadi perantara jual beli dan tukang bengkel yang membongkar dan mempreteli motor hasil rampasan. Keduanya hanya dimintai keterangan.

Dari keterangan tersangka, mereka telah meluncurkan aksinya sebanyak dua kali. Uang hasil jual motor rampasan itu digunakan untuk membeli minum-minuman keras.

Akibat kejahatan yang dilakukan kedua pelaku dijerat dengan pasal 368 UU KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun. “Saya mengimbau masyarakat harus berhati-hati membeli suku cadang motor. Jangan tergiur dengan harga murah namun ternyata hasil tindakan kejahatan,” Nunung menambahkan. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.