Jual Pil Hexymer, Pemuda di Tegal Dicokok Polisi

Dari penangkapan tersebut, didapati barang bukti berupa empat paket pil Hexymer dengan isi 12 butir serta uang Rp 50.000.

TEGAL – Seorang pemuda tanggung diamankan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota, Kamis (21/4) lantaran kedapatan menjual obat-obatan terlarang jenis Hexymer. Pelaku yang berinisial AD (20) berhasil diamankan saat akan bertransaksi dengan pelanggannya.

Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota mengamankan pengedar pil Hexymer, AD beserta barang bukti dua botol besar berisi 1.787 dan uang tunai 370 ribu rupiah. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Betul, minggu lalu kami berhasil menangkap AD saat akan bertemu pelanggannya di kawasan SPBU Karlita, Jalan Brigjend Katamso,” terang Kasat Narkoba, Iptu Bambang Margono kepada metrojateng.com, Selasa (26/3/2019) di kantornya.

Dijelaskan lebih lanjut, penangkapan AD yang merupakan warga Jalan Kapten Ismail Gang Sawo ini, bermula dari adanya laporan masyarakat dan hasil penyelidikan jajaran Sat Narkoba di lapangan. Berbekal ciri-ciri AD, petugas berhasil meringkus AD saat bertransaksi dengan pelanggannya.

Dari penangkapan tersebut, didapati barang bukti berupa empat paket pil Hexymer dengan isi 12 butir serta uang Rp 50.000. Saat digeledah, petugas kembali menemukan barang bukti lainnya, berupa dua botol besar pil Hexymer.

“Saat motor pelaku kami geledah, ternyata di dalam jok terdapat dua botol besar Hexymer dan uang Rp 320 ribu. Dua botol tersebut berisikan 1.787 butir pil,” tandas Bambang.

Kepada metrojatengcom, AD mengaku terpaksa menjual obat berbahaya tersebut, lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Pemuda lulusan SMA ini nekat menjual pil Hexymer yang dipercaya dapat memberi rasa tenang dan relaks saat dikonsumsi.

“Sudah dua bulan ini jualan seperti ini. Saya beli di Jakarta seharga Rp 800 ribu. Biasanya saya jual per paket isi tiga butir seharga Rp 10.000,” akunya.

Pil Hexymer merupakan obat dengan kandungan Trihexyphenidyl (Trihex). Dalam medis, obat tersebut biasa digunakan untuk menangani pasien Parkinson maupun penyakit jiwa.

Akibat perbuatannya, AD terancam hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun sesuai dengan Pasal 197 junto 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.