Jembatan Gantung Cipluk-Sojomerto Ambrol Disapu Banjir

Jembatan gantung ini adalah akses paling dekat yang menghubungkan Patean dan Gemuh karena bisa mengurangi jarak tempuh warga yang hendak ke Sukorejo ataupun ke Kendal.

KENDAL – Jembatan gantung yang menghubungkan Cipluk-Sojomerto Kabupaten Kendal terputus setelah diterjang banjir, Jumat (1/3/2019) petang. Warga terpaksa menyeberangi sungai untuk melintas atau memutar sejauh 20 kilometer.

Kondisi jembatan gantung yang putus diterjang banjir. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Jembatan gantung ini adalah akses paling dekat yang menghubungkan Patean dan Gemuh karena bisa mengurangi jarak tempuh warga yang hendak ke Sukorejo ataupun ke Kendal. Warga terpaksa menyeberang sungai di bawah jembatan untuk melintas, karena bisa menghemat waktu.

Meski arus sungai cukup deras, warga nekat menyeberang dengan sepeda motornya. Bahkan warga rela menggotong sepeda motor melewati derasnya sungai agar menghemat waktu.

Menurut warga jika memutar melewati Sukorejo bisa menempuh jarak 20 kilometer. “Ini yang paling dekat kalau memutar bisa 20 kilometer Mas,” kata Nur Zaidin, warga Cipluk.

Warga berharap pemerintah segera membangunkan jembatan darurat agar warga tidak perlu memutar jauh.

Warga nekat menggotong sepeda motor untuk menyeberangi Kali Bodri. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Sementara warga Sojomerto yang hendak ke Cipluk juga terpaksa menyebrang sungai. Subkhan yang hendak ke ladang memilih menyeberang sungai meski arusnya deras.

“Saya mau ke ladang di seberang sungai, biasanya lewat jembatan. Tapi karena putus terpaksa menyeberang sungai. Jika memutar mencari jalan setapak lain bisa menempuh jarak lebih lama sekitar 5 kilometer,” jelasnya.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 30 meter ini runtuh setelah pondasi longsor. Pondasi 5 meter ini longsor tergerus banjir air Sungai Bodri sehingga ikut menyeret jembatan dan terputus. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.