Jembatan Bambu di Kampung Persen Akan Dibangun Jadi Jembatan Gantung

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan segera memulai perencanaan teknis untuk membangun jembatan gantung di Kampung Persen.

Wali Kota Hendi bersama jajarannya melewati jembatan bambu saat blusukan di Kampung Persen Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati. (foto: istimewa)

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan blusukan ke Kampung Persen di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, sebagai yang terberat. Meskipun dia sebenarnya telah rutin melakukan blusukan ke kampung-kampung di Semarang sejak 2011 lalu.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan, dia tertantang untuk melakukan pembenahan permukiman yang berada di wilayah Kecamatan Gunungpati tersebut.

‘’Sepanjang saya berkeliling sejak tahun 2011, ini adalah yang terberat. Medannya berat, sehingga pekerjaan rumah untuk membenahinya juga butuh energi yang luar biasa,’’ ungkapnya, Rabu (6/2/2019).

Meski demikian, dia mengaku justru merasa senang karena setidaknya dapat mengetahui kondisi riil lapangan, sehingga dapat mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat.

Dari pantauan di Kampung Persen, dia menyimpulkan ada dua pekerjaan besar yang harus digarapnya. Yaitu terkait adanya jembatan yang masih menggunakan material bambu, dan terjadinya tanah longsor di Bantardowo sedalam dua meter yang membutuhkan perbaikan.

Untuk jembatan yang masih menggunakan bambu, Hendi mengatakan akan melakukan perbaikan sementara dengan penggantian material bambu dengan kayu yang lebih kuat dan tebal.

‘’Harapannya dengan materialnya diganti, maka dapat memberi keamanan dan kenyamanan lebih bagi pengguna jembatan,’’ jelasnya.

‘’Itu sementara, kemudian nanti di tahun 2020 kami akan bangun jembatan gantung dengan material besi sehingga lebih kokoh lagi,’’ lanjutnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menambahkan akan segera memulai perencanaan teknis untuk membangun jembatan gantung di Kampung Persen.

‘’Membangun infrastruktur di daerah dengan kondisi medan seperti di Kampung Persen itu tidaklah mudah. Salah satu kendalanya nanti pada saat mobilisasi alat berat dan material,’’ jelas Iswar.

‘’Maka dari itu kami membutuhkan waktu untuk menyusun perencanaan teknis yang matang terlebih dahulu, sebelum memulai pembangunan,’’ tegasnya. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.