Jelang Pilpres, Polisi Pelototi Potensi Konflik Antar Kubu Capres

Kejahatan ujaran kebencian di Jawa Tengah diprediksi marak terjadi menjelang Pilpres 2019.

Foto : Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono
SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memprediksi ujaran kebencian menjadi salah satu kasus yang akan marak terjadi di Tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (31/12/2018) lalu.
Ia menilai, potensi kejahatan ujaran kebencian di Jawa Tengah diprediksi marak terjadi menjelang Pilpres 2019. Ujaran kebencian terjadi untuk saling menjatuhkan antar kubu.

 

“Kami sangat mewaspadai konflik sosial jelang Pemilu ini. Di Jawa Tengah sendiri angka DPTnya cukup besar, di situ kemudian akan menjadi tempat bagi para calon untuk menarik suara,” kata Condro.

 

Selain itu, ia juga memprediksi adanya kejahatan jalanan yang juga harus diperhatikan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan narkoba, serta pencurian dengan kekerasan (curat).

 

Dari catatan Polda Jawa Tengah sendiri, di tahun 2018, keempat jenis kejahatan tersebut memang mendominasi. Ada 1.667 kasus curat, 1.305 kasus curanmor, 1.161 kasus penyalahgunaan narkoba serta 212 kasus curas yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

 

“Kejahatan konvensional seperti itu memang mendominasi, di tahun 2019 nanti kami juga memprediksi itu juga masih akan mendominasi meskipun di tahun 2018 ini ada beberapa jenis kejahatan yang angkanya turun jika dibandingkan dengan kejadian di tahun 2017 lalu,” imbuh Condro.

 

Adapun catatan kejahatan yang mendominasi di tahun 2017 tidak jauh beda dengan yang terjadi di 2018. Ada 2.035 kasus curat, 1.664 kasus curanmor, 1.080 kasus penyalahgunaan narkoba serta 246 kasus curas.

 

Untuk mengantisipasinya, Condro mengatakan pihaknya akan meningkatkan kinerja dalam melakukan pengamanan. Termasuk Tim Cybercrime yang akan mengawasi terkait ujaran kebencian yang menggunakan platform dalam jaringan (daring).

 

“Tentunya kami akan kerahkan personel, meningkatkan kinerja, dan juga mengantisipasi agar tidak terjadi konflik sosial jelang pemilu ini,” pungkas Condro. (fen)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.