Jelang Pengumuman Pilpres, Prajurit TNI Diminta Cegah Konflik

Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) juga dituntut mampu mengantisipasi setiap masalah yang muncul di wilayahnya.

SEMARANG – Mendekati pengumuman Pilpres 22 Mei 2019, prajurit TNI Diminta sedini mungkin mencegah potensi konflik yang muncul antar wilayah di Jawa Tengah. Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) juga dituntut mampu mengantisipasi setiap masalah yang muncul di wilayahnya.

Suasana kegiatan rapat Apkorwil Kodam Diponegoro. (metrojateng.com)

“Laksanakan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan aparat terkait, serta jaga soliditas dan sinergitas. Aparat harus bisa jadi contoh,” ungkap Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, Sabtu (18/5/2019).

Ia meminta kepada semua prajurit untuk memonitor perkembangan situasi sekaligus mendeteksi dini tanpa tindakan represif.

Setiap Apkowil, tambahnya, juga harus bisa meningkatkan ketokohannya dalam melaksanakan pembinaan teritorial. Apkowil juga harus peduli dan memiliki kedekatan dengan rakyat.

“Kehadiran Apkowil harus bisa menjadi panutan dan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan damai, sehingga kehadirannya selalu dinantikan, dihormati dan disegani bukan sebaliknya,” tegasnya.

Ia mengimbau TNI harus berwawasan luas, mau menjadi partner yang baik agar dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai aparat harus memiliki pengaruh besar, dihormati, dan disegani masyarakatnya, kecakapannya dan sifat-sifat baik yang dimilikinya,” ujar Effendi. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.