Jelang Akhir Pengabdiannya, Wakil Ketua DPRD Agung BM Luncurkan Buku

Buku tersebut menjadi catatan selama perjalanannya menjadi anggota DPRD Kota Semarang sejak tahun 2004 hingga 2019.

SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Agung Budi Margono, memasuki masa akhir pengabdiannya di Kota Semarang. Tahun ini dia memilih maju sebagai calon legislatif untuk tingkat DPRD Provinsi Jawa Tengah.

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Agung Budi Margono, saat peluncuran bukunya berjudul “Menyeduh Masa Depan”. (Masrukhin Abduh/metrojateng.com)

 

Menjelang akhir pengabdiannya, pria yang akrab disapa Agung BM ini meluncurkan buku biografi berjudul “Menyeduh Masa Depan” pada Jumat (12/4/2019) di salah satu cafe di Jalan Singosari Raya, Kota Semarang.

Agung BM menuturkan bahwa buku setebal 115 halaman tersebut berisikan perjalanannya hingga menjadi anggota DPRD Kota Semarang sejak tahun 2004 hingga 2019.

Menurut Agung, buku ini diharapkan menjadi inspirasi generasi muda di Kota Semarang untuk terus berkarya.

‘’Anak muda tidak hanya diharapkan suaranya, tetapi juga harus didengar suaranya, dan melalui buku ini, diharapkan menjadi inspirasi bagi anak muda khususnya di Kota Semarang,’’ kata dia.

Lebih lanjut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa melalui buku tersebut mengharapkan segmen anak muda harus jadi perhatian.

“Pemerintah harus lebih adaptif terhadap revolusi 4.0. Demografi kita 30 persen atau 400 ribu adalah anak muda, ini harus dibaca dan dikelola pemerintah,” tukasnya.

Saat ini, kata Agung, pemerintah sudah melakukan penyesuaian dalam berbagai layanannya. Namun menurutnya hal tersebut harus terus ditingkatkan agar lebih baik.

Dia mengatakan penulisan buku tersebut dilakukan untuk tiga hal, yakni tentang kiprah, laporan kinerja, serta gagasan yang telah dan akan dilakukan olehnya ke depan.

Sejumlah tokoh Kota Semarang hadir dalam peluncuran buku tersebut, di antaranya budayawan Guspar Wong, Eno Gundal (bassis Serempet Gudal), Anantyo Seto dari Komunitas Industri Kreatif Semarang dan sejumlah tokoh lain. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.