Jasad Pemuda Merauke Ditemukan dengan Luka Sayat

Diduga Korban Pembunuhan

Berdasarkan hasil olah TKP, polisi juga menemukan senjata tajam berupa cutter tidak jauh dari tubuh korban. 

SEMARANG – Seorang pemuda asal Merauke Papua ditemukan tewas di Kawasan Industri Terboyo Blok D atau dekat Tempat Penimbunan Pabean Sementara KPPBC Tanjung Emas Balai Lelang PT Sentral Java Multimedia Semarang, Selasa (26/2/2019). Korban diketahui bernama Dominicus Liberius Awie (24). Ia diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan lubang sayatan terbuka pada bagian leher.

Petugas INAFIS Polrestabes Semarang dipimpin oleh Kapolsek Genuk melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat diduga korban pembunuhan. (Foto: metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

Orang yang pertama kali menemukan korban adalah petugas keamanan Balai Lelang bernama Ahmad sekitar pukul 08.30. Saat itu Ahmad yang bertugas jaga pagi membuka pintu yang menghadap ke tambak. Ia dikejutkan dengan sosok orang yang tergeletak dengan posisi miring ke kanan.

Begitu saksi Ahmad mendekat terlihat adanya luka sayatan pada bagian leher. Ahmad kemudian melapor ke Mapolsek Genuk. Tidak lama kemudian petugas Polsek Genuk dan INAFIS Polrestabes Semarang tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Kronologi singkatnya ada seorang pekerja melihat adanya mayat. Kemudian melapor ke Polsek. Ditemukan pertama kali pukul 08.30,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat ditemui di lokasi kejadian.

Jasad Dominicus Liberius Awie, pemuda asal Merauke, yang ditemukan tewas di Kawasan Industri Terboyo Blok D dievakuasi ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang. (Foto: metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

Berdasarkan hasil olah TKP, polisi juga menemukan senjata tajam berupa cutter tidak jauh dari tubuh korban. Setelah olah TKP, jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan otopsi. Hasil otopsi tersebut akan dijadikan bahan pengembangan penyelidikan.

“Memang ditemukan ada luka pada bagian leher. Luka apa ini nanti baru bisa dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan atau otopsi oleh dokter. Hasil otopsi itu akan menjadi bahan pengembangan,” paparnya.

“Saat ini ada tiga orang saksi yang kami periksa. Ketiganya saksi penemuan, buka kejadian. Ada juga barang bukti cutter yang kami amankan,” pungkas Zaenul. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.