Jangan Sepelekan, Abu Vulkanik Mengandung Silika

SEMARANG – Pagi ini Gunung Merapi kembali meraung. Material vulkanik menyembur setinggi 6000 meter, mengarah ke barat laut mengikuti arah angin.  Melalui akun twitter resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut letusan terjadi pukul 08.20 WIB. Letusab terjadi dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi 22 menit.
sumber: instagram @gayuhsaputro

Selain wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, debu vulkanik juga mecapai kawasan Semarang. Hal itu akibat pergerakan angin. Seperti yang dikatakan @gayuhsaputro “ Abu merapi sudah sampai di Ungaran @BPPTKG @merapi_news”. Seorang warga Ungaran, Brilian Fikri menyebut tempat tinggalnya dihujani abu vulkanik. Berdasar pantauan metrojateng.com, Abu vulkanik tipis mencapai Kecamatan Gunungpati Semarang, hingga pusat Kota Semarang.

Nabila Puspa (23), Mahasiswa Semester Akhir Teknik Pertambangan Trisakti Jakarta melalui diskusinya mengatakan, meskipun hanya partikel kecil namun sebaran abu vulkanik sebaiknya tidak disepelekan. Karena debu vulkanik mengandung sejenis silika (kaca). Kandungan tersebut kurang baik untuk kesehatan paru-paru.

Bukan hanya itu debu ini pun juga bisa merusak baling-baling pesawat. “Jika kering memang tampak seperti abu. Namun jika tebalnya sudah mencapai 1 cm dan terkena air akan mengikat menjadi batu,” kata Nabila kepada metrojateng.com.

Oleh karena itu  BPPTKG dalam akun twitternya selalu mengatakan untuk selalu menyiapkan alat pelindung diri. Jika harus beraktifitas di luar ruangan sebaiknya memakai masker dan pelindung mata. (fit)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

17 − = 8

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.