Jandia di Antara Kiper-kiper Terbaik Liga 1

Jandia kebobolan 18 gol dari 20 kali main atau 0.9 gol per pertandingan. 

SEMARANG – Jandia Eka Putra menjadi salah satu aktor di balik sukses PSIS Semarang saat melibas PS Tira, Rabu (17/10/2018). Torehan 8 clean sheet sejauh ini menegaskan dirinya layak bersanding dengan kiper-kiper terbaik di Liga 1.

Jandia Eka Putra bersama pelatih kiper PSIS, Andy Petterson. Foto: metrojateng.com

Stadion Sultan Agung Bantul menjadi panggung bagi Jandia yang untuk pertama kali bermain di markas PS Tira. Pada dua kesempatan sebelumnya di venue yang sama, penjaga gawang 31 tahun itu hanya jadi penonton kala PSIS ditekuk Persija Jakarta dengan skor 1-4 dan 0-1.

Jandia tampil tanpa cela dan membuat penggawa PS Tira frustrasi. Dia menggagalkan peluang-peluang Aleksandar Rakic, Dzmitry Rekish, Jeon Wooyoung hingga Ahmad Nufiandani.

Situs LabBola mencatat Jandia membuat 9 penyelamatan sepanjang 90 menit untuk mempertahankan keunggulan PSIS yang dicetak Bruno Silva di akhir babak pertama. Jandia sejajar dengan Teja Pakualam (Sriwijaya FC), Geri Mandagi (Mitra Kukar) dan Abdul Rohim (PSMS) yang membukukan 9 save atau lebih dalam satu pertandingan.

Laga kontra PS Tira di pekan ke-26 Liga 1 menjadi torehan clean sheet kedelapan dari 20 pertandingan yang sudah dimainkan Jandia Eka. Kiper berambut gondrong tersebut juga tidak kebobolan saat Mahesa Jenar membungkam Barito Putera 1-0 di pekan sebelumnya.

Eks Semen Padang kini berada di daftar Top 5 kiper Liga 1 yang jago clean sheet. Dia hanya kalah dari penjaga gawang Persib Bandung Deden Natshir dan kiper Bali United, Wawan Hendrawan yang sama-sama membukukan 10 clean sheet.

Bersama Jandia ada kiper Perseru Serui, Samuel Reimas dengan torehan 8 clean sheet. Dua kiper Timnas, Awan Setho (Bhayangkara FC) dan Andritany Ardhiyasa (Persija), masing-masing baru mengukir 6 dan 5 clean sheet.

Tapi, Jandia punya rataan gol kemasukan yang lebih oke ketimbang pesaing-pesaingnya. Jandia kebobolan 18 gol dari 20 kali main atau 0.9 gol per pertandingan.

Di antara tim-tim penghuni lima besar, hanya Rivki Mokodompit yang mendekati pencapaian Jandia. Kiper PSM Makassar itu membukukan 7 clean sheet, kebobolan 18 gol dari 19 kali tampil atau 0.94 gol per laga.

Sementara Deden Natshir sudah kebobolan 28 gol dalam 23 pertandingan atau 1.21 per game. Sedangkan Wawan Hendrawan kemasukan 27 gol dalam 24 pertandingan atau 1.27 per game.

Pencapaian para shot stopper juga sangat dipengaruhi gaya main tim maupun kualitas barisan pertahanan di depannya. Bagi Jandia dan PSIS yang notabene berstatus tim promosi, torehan tersebut pantas mendapat kredit khusus.

Namun, Jandia menampik sukses itu semata-mata merupakan buah kerja kerasnya. “Semua ini hasil kerja keras tim,” beber Jandia lewat akun Instagram pribadinya.

Head coach Jafri Sastra juga tidak memberi garansi bakal memainkan Jandia setiap laga. Masih ada Joko Ribowo yang memiliki kualitas sepadan sebagai tembok terakhir pertahanan. Mantan kiper Arema FC itu sudah tampil tiga kali di era Jafri Sastra dan memberi satu kemenangan, sekali seri dan satu kekalahan.

“Kami punya kiper dengan kualitas yang sama, tinggal kesiapan mental dan kebutuhan tim saat main home atau away,” kata Jafri.

Di pekan ke-27, PSIS bakal menjamu Sriwijaya FC, Selasa (23/10). Kemenangan bakal membuat Mahesa Jenar semakin nyaman di papan tengah. (twy)

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.