Jaminkan Emas Imitasi, Pegawai Pegadaian Dicokok Polisi

Tersangka yang bertugas sebagai penaksir mengaku melakukan gadai fiktif dengan mengambil perhiasan emas di brankas.

KENDAL – Seorang pegawai PT Pegadaian di Kabupaten Kendal diamankan polisi setelah melakukan penggelapan dengan modus memberikan jaminan perhiasan emas palsu dan jaminan milik nasabah. Akibatnya Pegadaian dirugikan hingga Rp 379 juta.

Tersangka Supriyanto bersama barang bukti yang diamankan polisi. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Tersangka, Supriyanto warga Sukorejo merupakan karyawan PT Pegadaian cabang Kendal yang bertugas sebagai penaksir dan pembantu mikro. Jabatan sebagai penaksir barang yang hendak digadaikan inilah digunakan tersangka untuk melakukan tindak kejahatan penggelapan.

Tersangka melakukan proses pinjaman di kantor pegadaian di unit pelayanan cabang Pegandon, Weleri, Pasar Weleri dan Sukorejo dengan menggunakan barang jaminan perhiasan atau emas palsu. Tidak hanya itu tersangka juga menggunakan perhiasan emas asli yang berada di kantor pegadaian yang sudah menjadi barang jaminan, digunakan lagi untuk pengajuan pinjaman baru.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan, terungkapnya penggelapan di PT Pegadaian cabang Kendal setelah ada inspeksi mendadak dari pimpinan Pegadaian untuk menghitung barang jaminan kredit dari tahun 2013 hingga 2017.

“Saat dilakukan pengecekan ini ada kejanggalan penanda barang jaminan yang tidak sesuai dengan barang yang ada. Tersangka yang bertugas sebagai penaksir mengaku melakukan gadai fiktif dengan mengambil perhiasan emas di brankas dan menyerahkan kepada orang untuk menggadaikan kembali,” kata Nanung Nugraha.

Sementara Supriyanto mengatakan, dirinya menggunakan perhiasan palsu yang dibeli di pasar malam untuk jaminan guna membayar hutang. “Saya sudah melakukan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 dan dilakukan saat bekerja di unit pelayanan Pegandon, Weleri, Pasar Weleri dan Sukorejo,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan perhiasan emas palsu dan asli yang digunakan untuk jaminan di Pegadaian. Total kerugian mencapai Rp 379 juta. Akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 374 dan pasal 378 KUHP ancaman lima tahun penjara. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.