Jaga Ketersediaan Pangan di Saat Pandemi Covid-19, Hendi Dorong Urban Farming di Masyarakat

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyemprot tanaman. Ia mendorong masyarakat untuk melakukan urban farming untuk menjaga ketersediaan pangan di masa sulit akibat Pandemi Covid-19.

SEMARANG – Meningkatkan ketahanan pangan di tengah tekanan pandemi Covid-19 menjadi salah satu fokus perhatian Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Hal yang dilakukannya yaitu mengupayakan ketersediaan pangan bagi warga masyarakat.

Menurutnya kegiatan produksi dan distribusi bahan pangan harus tetap berjalan. Meski sampai saat ini persebaran Covid-19 masih terus terjadi.

Untuk menjaga ketahanan pangan, ia mengatakan tidak cukup jika hanya menitikberatkan pada masyarakat dan pemerintah. Harus ada sinergi dan usaha mulai dari tingkat individu, rumah tangga, masyarakat, sektor privat (perusahaan), dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Salah satunya upaya tersebut, adalah dengan menggalakkan urban farming tanaman yang dapat dikonsumsi langsung. Hal tersebut menurutnya yang mungkin dapat diakses dengan mudah oleh kalangan masyarakat.

“Dan kita diuntungkan, karena bangsa kita sudah akrab dengan budaya bertani,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu usai meresmikan Kampung Siaga Candi Hebat di Kelurahan Lempongsari baru-baru ini.

Lebih lanjut Hendi menambahkan, melalui urban farming masyarakat diharapkan mampu menghasilkan ketersediaan pangan bagi keluarganya. Dimana hal itu secara tidak langsung dapat mendukung ketahanan pangan yang pada akhirnya mampu mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Jika dalam tataran masyarakat mungkin bisa dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur ini untuk menjaga ketahanan pangan imbas pandemi Covid-19.

‘’Diharapkan agar setiap keluarga dapat memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangannya untuk bercocok tanam atau beternak. Terlebih, saat wabah Covid-19 seperti sekarang ini, pasokan dari sentra produksi menjadi sedikit terhambat,” kata Hendi.

Jauh hari sebelum terjadi pandemi Covid-19 sendiri, di Kota Semarang konsep urban farming atau pertanian perkotaan telah dikampanyekan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian. Dengan hashtag #ayonandur dan #bertaniitukeren dengan harapan urban farming berkembang di setiap keluarga.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur sejak dirinya bersama jajaran Dinas Pertanian menggelorakan urban farming, animo masyarakat untuk melaksanakan pertanian perkotaan menjadi semakin meningkat.

‘’Apalagi didukung sepenuhnya oleh bapak wali kota dan ibu wakil wali kota, dibarengi dengan kondisi pandemi Covid-19, maka keinginan masyarakat untuk menanam di pekarangannya masing-masing menjadi sangat besar. Hal ini dibuktikan dari molonjaknya permintaan masyarakat akan kebutuhan bibit tanaman,’’ ujarnya.

Di Kota Semarang sendiri sampai saat ini sudah ada 110 kelompok tani urban farming yang tersebar di 16 kecamatan. Dinas Pertanian Kota Semarang juga telah mengupayakan pengganti tanaman pangan selain ubi dan jagung di antaranya sukun.

“Untuk ubi sudah banyak juga diolah menjadi tepung cassava. Untuk tepung sukun sedang kita coba,” pungkas Hernowo. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.