Jafri Sastra: Veni, Vidi, Vici

Ini adalah kali pertama PSIS mampu mengemas lebih dari satu gol dalam satu pertandingan sejak kemenangan 4-0 atas Mitra Kukar di pekan ke-11

SEMARANG – Jafri Sastra langsung memberi dampak instan bagi PSIS. Pelatih yang menggantikan Vincenzo Alberto Annese itu sukses mempersembahkan kemenangan pada laga debutnya memimpin skuad Mahesa Jenar.

Jafri Sastra sukses menyudahi puasa kemenangan PSIS.

Veni, vidi, vici. Datang, melihat dan menang. Inilah yang dilakukan Jafri Sastra ketika membawa PSIS menaklukkan tuan rumah PSMS Medan di Stadion Teladan, Rabu (12/9/2018).

Laga di pekan ke-21 Liga 1 tersebut menandai debut Jafri bersama PSIS. Pelatih 53 tahun itu ditunjuk menggantikan Annese sebagai nahkoda Mahesa Jenar sejak 23 Agustus 2018.

Tak sedikit yang meragukan eks pembesut Persipura dan Semen Padang. Maklum saja, dia baru saja didepak klub Liga 2 Persis Solo setelah gagal memberi kemenangan dalam enam laga beruntun.

Tapi, Jafri hanya butuh waktu 21 hari untuk membuktikan kualitasnya. Padahal PSIS datang ke Medan dengan kondisi kurang ideal.

Tiga bek sayap dihantam cedera, yakni Safrudin Tahar, Akbar Riansyah dan Frendi Saputra. Bek asing Petar Planic juga mendadak sakit dan harus terdepak dari skuad.

Rio Saputro yang sejatinya adalah bek tengah, terpaksa dimainkan sebagai bek kiri. Pemain asli Jepara itu juga harus ditarik keluar di pertengahan babak pertama dan digantikan Gustur Cahyo yang sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai penyerang sayap.

Fakta di lapangan ternyata justru di luar dugaan. PSIS mampu unggul dua hingga menit 80 lewat gol-gol Bayu Nugroho (6′) dan Bruno Silva (74′).

Mental mereka juga tidak goyah ketika PSMS akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Shohei Matsunaga. Masing-masing lewat eksekusi free kick di menit 81 dan penalti di menit 87.

Adalah Hari Nur Yulianto yang menjadi pahlawan kemenangan Mahesa Jenar. Pemain bernomor 22 itu sukses melesakkan gol di menit 91 meneruskan umpan Ibrahim Conteh. Gol ketujuh Hari Nur tersebut semakin spesial karena dia juga mengemban ban kapten menggantikan Haudi Abdillah.

Kemenangan itu memang belum mampu membawa PSIS keluar dari zona degradasi. Saat ini Tim Ibukota Jateng masih menghuni peringkat 17 dengan torehan 23 poin, unggul empat angka di atas PSMS yang menempati posisi juru kunci.

Namun skor 3-2 itu menyudahi rentetan hasil negatif PSIS. Ini adalah kemenangan pertama Hari Nur dkk dalam empat laga terakhir. Sebelumnya mereka hanya bermain imbang melawan PSM Makassar di pekan ke-18. Selanjutnya PSIS menelan dua kekalahan beruntun dari Bali United dan Bhayangkara FC.

Jafri juga sukses meningkatkan produktivitas gol PSIS. Dalam 9 laga sebelumnya, tim kebanggaan Semarang hanya sanggup mencetak empat gol.

Ini adalah kali pertama PSIS mampu mengemas lebih dari satu gol dalam satu pertandingan sejak kemenangan 4-0 atas Mitra Kukar di pekan ke-11, 28 Mei 2018 silam.

Jafri pula yang memberi kemenangan tandang perdana buat PSIS musim ini. Dari 9 laga away sebelumnya, jawara Liga Indonesia 1999 hanya sanggup mengamankan dua poin, hasil imbang melawan Bhayangkara FC (1-1) dan Persipura (0-0).

Kemenangan atas PSMS jadi modal penting bagi PSIS untuk menantang Persija Jakarta. Duel kedua tim bakal digelar di Stadion Patriot, 18 September mendatang. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.