Jafri Sastra Tak Antusias dengan Piala Indonesia

Pelatih 53 tahun itu memilih fokus membangun ulang timnya yang baru saja ditinggal lima pilar musim lalu.

SEMARANG – PSIS tak akan terlalu ngotot memburu gelar juara Piala Indonesia. Pelatih Jafri Sastra menyebut prioritas saat ini adalah memersiapkan timnya untuk mengarungi musim kompetisi Liga 1 2019.

Jafri Sastra mulai membangun skuad PSIS untuk melakoni kompetisi Liga 1 2019. Foto: metrojateng.com/dok psisfcofficial

Jafri Sastra mulai memimpin latihan PSIS setelah sempat menepi dalam dua laga di babak 32 besar Piala Indonesia kontra Persibat Batang. Meski sudah ditunggu Bhayangkara FC, pelatih 53 tahun itu memilih fokus membangun ulang timnya yang baru saja ditinggal lima pilar musim lalu.

“Kami harus memulai lagi dari nol, setelah lima pemain inti tidak memperpanjang kontrak. Saya tidak ingin bicara target di Piala Indonesia, karena prioritas utama tetap liga,” kata Jafri usai memimpin latihan di Lapangan Terang Bangsa, Kamis (14/2/2019).

Menatap musim baru, Mahesa Jenar dipastikan kehilangan Bruno Silva, Petar Planic, Nerius Alom, Haudi Abdillah dan Gilang Ginarsa yang memilih hengkang dari tim Ibukota Jateng.

Sejauh ini manajemen sudah mengikat lima pemain anyar, yakni Septian David Maulana, Ganjar Mukti, Heru Setyawan, serta duo Papua, Arthur Bonai dan Kelvin Woppi. Dua pemain asing, Claudir Marini Junior dan Wallace Costa dijadwalkan baru merapat pada 20 Februari mendatang.

Jafri pun mengharapkan pemainnya bisa komplit di pekan ketiga Februari. “Hari ini baru pemulihan kondisi, besok kami mulai start menyiapkan program untuk musim baru. Saya berharap sebelum 20 Februari semua pemain sudah bergabung,” Jafri melanjutkan.

Gelandang senior Muhamad Yunus dan Ibrahim Conteh juga sudah mulai berlatih bersama Hari Nur Yulianto dkk. Namun, Jafri tak menjamin mereka bakal tampil saat PSIS melakoni leg pertama babak 16 besar melawan Bhayangkara FC, Selasa (19/2) pekan depan.

“Kami akan maksimalkan pemain-pemain yang sudah benar-benar siap. Toh setelah ini juga masih ada Piala Presiden dengan intensitas pertandingan yang lebih banyak,” kata Jafri.

Penyelenggaraan Piala Indonesia memang dikeluhkan tim-tim kontestan. Bukan cuma jadwal yang amburadul, turnamen yang seharusnya tuntas di tahun 2018 itu masih bergulir saat tim bersiap memulai musim baru. Belum lagi masalah uang subsidi yang sampai saat ini belum dibayar.

Setelah tandang ke markas Bhayangkara FC, Mahesa Jenar gantian menjadi tuan rumah pada Minggu (24/2) di Stadion Moch Soebroto Magelang. Selanjutnya mereka bakal berlaga di Piala Presiden yang dijadwalkan bergulir mulai 2 Maret. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.