Jafri Sastra di Antara Para Ekspatriat

Piala Presiden 2019

Kecuali PSIS, tiga tim lainnya datang dengan pelatih anyar. PSM bersama Darije Kalezic (Bosnia), Persipura yang kali ini ditangani Luciano Leandro (Brasil) dan Mario Gomes de Olivera (Brasil) yang memimpin Kalteng Putra.

MAGELANG – Jafri Sastra diberi target meloloskan PSIS Semarang dari fase grup Piala Presiden 2019. Juru taktik asal Payakumbuh itu bakal bersaing dengan tiga pelatih asing yang menjadi nahkoda tim kontestan di Grup C.

Jafri Sastra akan memimpin PSIS berlaga di Piala Presiden mulai Rabu (6/3/2019). Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Empat kontestan Grup C baru akan memulai laga pertama Rabu (6/3) besok di Stadion Moch Soebroto Magelang. Di grup ini bercokol runner up Liga 1 2018 PSM Makassar, Persipura Jayapura, Kalteng Putra dan PSIS sebagai tuan rumah.

Kecuali PSIS, tiga tim lainnya datang dengan pelatih anyar. PSM bersama Darije Kalezic (Bosnia), Persipura yang kali ini ditangani Luciano Leandro (Brasil) dan Mario Gomes de Olivera (Brasil) yang memimpin Kalteng Putra.

Darije Kalezic didatangkan untuk menggantikan Robert Rene Albert. Pria Bosnia berusia 49 tahun itu lama berkarir di Liga Belanda semasa aktif bermain. Di antaranya FC Den Bosch, RKC Waalwijk dan De Graafschap. Terakhir dia membesut klub A League Australia, Wellington Phoenix.

Sementara, Luciano Leandro bukan sosok asing di sepakbola Indonesia. Dia dikenal sebagai playmaker andal dan merupakan salah satu pemain asing tersukses yang pernah membela klub-klub papan atas, seperti Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Namun karir kepelatihannya tak semulus saat bermain. Pria 53 tahun itu belum pernah menangani tim semusim penuh. Termasuk saat didepak PSM di pertengahan musim 2016. Di Persipura, Luciano menjadi suksesor pelatih Brasil lainnya, Osvaldo Lessa.

Seperti Luciano, Gomes de Olivera juga lama bermain di Indonesia. Mengawali karir di Mitra Surabaya, prestasinya kurang bersinar sebagai pemain. Gomes sempat menukangi Perseru Serui, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat dan bolak-balik di Madura United.

Meski ‘dikepung’ tiga ekspatriat, Jafri Sastra selangkah di depan para pesaingnya. Pelatih 53 tahun tersebut sudah mengenal timnya karena sudah bersama Hari Nur Yulianto dkk sejak putaran kedua musim lalu.

Jafri pun relaks menghadapi laga perdana besok malam. Sekalipun kehilangan lima pemain pilar musim lalu, dia cukup puas dengan pergerakan manajemen di bursa transfer.

Kapten Perseru yang kini dipanggil Timnas senior, Arthur Bonai berhasil digaet. Begitu juga dengan bintang Mitra Kukar, Septian David Maulana. Jafri juga bisa lebih tenang setelah mendapat pengganti Bruno Silva dalam diri Claudir Marini Jr. Sebagai ganti Petar Planic di lini pertahanan, sudah ada Wallace Costa.

PSIS satu-satunya tim di Grup C Piala Presiden yang menggunakan jasa pelatih lokal. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

“Sekarang saya sudah punya kerangka tim untuk kompetisi di Liga 1. Di Piala Presiden inilah momen yang bagus melihat kekuatan tim dan insya Allah kami sudah siap,” kata Jafri dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Selasa (5/3/2019).

“Pertandingan pertama akan selalu berat. PSIS sudah cukup tahu kekuatan Persipura karena musim kemarin juga sudah beberapa kali bertemu,” Jafri menambahkan.

Darije Kalezic tak seberuntung Jafri Sastra. Konsentrasi timnya terbagi karena harus berlaga di AFC Cup. “Saya tidak punya cukup waktu melihat tim saya karena PSM juga harus bermain di AFC Cup. Karenanya Piala Presiden akan sangat bagus bagi saya untuk lebih mengenal tim. Soal hasil bukan prioritas, tapi kami akan berusaha memberi yang terbaik,” tegasnya.

Sementara, kapten PSIS Hari Nur Yulianto berharap dia dan kolega bisa melewati laga perdana dengan mulus. “Kemenangan di laga perdana sangat krusial. Kami akan berusaha memenangkannya untuk menambah kepercayaan diri,” ucapnya.

Pada Piala Presiden 2018, langkah Mahesa Jenar harus terhenti di fase grup. Saat itu tim Kota Lunpia hanya mengumpulkan poin tiga, hasil menang atas Persela Lamongan di partai pamungkas. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.