Jadi Tuan Rumah ASEAN School Games, Kontingen Indonesia Ditarget Juara Umum

Indonesia bakal menjadi tuan rumah ASEAN School Games (ASG) XI, diselenggarakan di Kota Semarang pada 17-25 Juli 2019 mendatang.

Foto: Ganjar bersama Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Brata saat bertemu di kantor gubernur Jateng. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

SEMARANG – Kontingen Indonesia memasang target meraih juara umum saat menjadi tuan rumah ASEAN School Games (ASG) XI di Semarang pada 17-25 Juli 2019 mendatang. Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Brata, menyatakan terdapat tiga Cabor yang bakal jadi andalan kontingennya untuk menyapu bersih pundi-pundi emas selama ASG XI.

“Yang diandalkan di Cabor bulu tangkis, pencak silat, dan atletik. Sebab ketika kita rutin ikut ajang ini di beberapa negara, kita bisa meraih Runner up dengan selisih medali emas yang sangat tipis. Nah, saat kami jadi tuan rumah nanti, kami targetkan dapat juara umum. Kalau tidak bisa (juara umum) berarti yang kebangetan itu pembinaan atletnya,” kata Gatot, saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantor gubernur Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (15/2/2019).

ASG 2019 di Indonesia, lanjut dia, akan diikuti kurang lebih 1.600 atlet dari 10 negara anggota ASEAN. Ajang ini akan mempertandingkan 9 cabang olahraga (cabor), yakni atletik, bola voli, renang, basket, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, dan pencak silat.
Ia mengaku berambisi meraih juara umum sebab sepanjang 10 kali pelaksanaan ASG, Indonesia baru mampu meraih satu kali gelar juara umum.

“Kita jadi juara baru sekali, itupun bukan sebagai tuan rumah, yakni di Brunei 2015 lalu. Makanya, tahun ini kita targetkan juara. Kalau enggak, bukan salah Jateng, tapi kami dan atlet dalam pembinaan,” ujar Gatot.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyampaikan ingin memberikan kesan yang mendalam kepada peserta selama mengikuti ajang ASG 2019 di Jateng. Selain akan memberikan tur wisata bagi para peserta, Pemprov Jateng juga akan menyuguhkan pesta pembukaan maupun penutupan yang spektakuler.

Kendati demikian, Pemprov Jateng belum menentukan venue yang akan digunakan untuk pesta pembukaan. Stadion Jatidiri yang semula diproyeksikan menjadi venue opening ceremony, kemungkinan belum bisa digunakan karena masih dilakukan renovasi.

“Kalau memaksakan Stadion Jatidiri kemungkinan belum bisa. Mungkin nanti opening-nya kita gelar di Pantai Marina, kalau closing bisa di Borobudur,” tandasnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.