Ironis, Anak Bawah Umur Dijadikan Kurir Ganja 

Barang Bukti 6,2 Kilogram Ganja

Jaringan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Kedungpane Semarang .

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Muhammad Nur didampingi Kabid Brantas AKBP Suprinarto menunjukkan barang bukti ganja sebanyak 6,2 kilogram yang disita dari dua jaringan berbeda. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah membongkar dua jaringan pengedar ganja yang dikendalikan oleh dua narapidana. Total barang bukti yang disita dari dua jaringan tersebut adalah 6,2 kilogram ganja. Ironisnya, jaringan pengedar ganja tersebut melibatkan anak di bawah umur sebagai kurir.

Jaringan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Kedungpane Semarang bernama Bambang Setioko Priyambodo (28). Barang bukti yang disita dari jaringan ini sebanyak 5 kilogram ganja. Jaringan Bambang ini terdiri dari tiga tersangka lain yakni JFC (20), BS (24), dan IM (17). Tersangka IM diketahui masih berstatus sebagai pelajar paket C di Semarang.

“Jaringan Bambang ini ditangkap setelah anggota mendapat informasi terkait pengiriman paket diduga ganja melalui kantor pos, dari Aceh ke Semarang pada Senin (18/3/2019) lalu. Langsung ditindaklanjuti anggota dan menangkap dua orang yakni BS dan IM sekitar pukul 10.00 di tempat parkir Kantor Pos Erlangga. Barang bukti yang disita sebanyak 5 kilogram,” kata Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Muhammad Nur, saat memberikan keterangan di kantor BNNP Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB Semarang, Rabu (20/3/2019).

Nur menjelaskan, dari pemeriksaan tersangka BS dan IM diketahui kalau keduanya disuruh oleh seorang berinisial JFC. Petugas langsung menangkap JFC di tempat kerjanya, daerah Pusponjolo Wetan. Setelah menangkap JFC diperoleh informasi jika jaringan tersebut dikendalikan oleh Bambang yang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang.

“Tiga tersangka itu dikendalikan oleh Bambang, seorang warga binaan kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman di Lapas Kedungpane. Mereka dijanjikan akan diberitahukan upah untuk jasa pengambilan paket berisi ganja itu,” ungkapnya.

Pada hari yang sama, petugas BNNP Jawa Tengah juga menangkap seroang narapidana yang mendekam di Lapas Ambarawa. Narapidana bernama Rangga Laksana (32), tersebut ditangkap setelah petugas menemukan paket berisi ganja seberat 1,2 kilogram. Paket tersebut dikirim ke alamat Jalan Meliwis RT 01 RW 02, Semarang Barat. Penerima paket tersebut adalah PWT yang merupakan ibu dari tersangka Rangga.

“Perempuan bernama PWT sudah kami periksa. Ia (PWT) mendapat pesan dari Rangga untuk menerima paket tetapi tidak diberi tahu isi paket itu apa,” kata Nur.

Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto menambahkan ganja yang disita dari lima tersangka tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Semarang dan sekitarnya. Penyidik juga masih mendalami pengungkapan dua jaringan pengedar ganja tersebut.

“Ini dua jaringan yang berbeda tetapi sama-sama melibatkan warga binaan Lapas. Ini masih dikembangkan, sementara ganja ini rencananya akan diedarkan di wilayah Semarang,” tambahnya.

Pada tersangka dijerat dengan. Pasal 114 subsider Pasal 111 juncto Pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara untuk satu tersangka di bawah umur akan diproses sesuai UU Sistem Peradilan Anak.

“Ada satu tersangka yang masih di bawah umur. Proses penyidikan akan disesuaikan dengan proses penyidikan anak mengacu pada UU Sistem Peradilan Anak,” pungkasnya. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.