Irigasi Kering, Puluhan Hektare Sawah di Kendal Terancam Gagal Panen

Petani harus menyewa mesin pompa Rp 300 ribu perhari untuk menyedot air dari sungai.

KENDAL – Puluhan hektare sawah di Desa Brangsong Kecamatan Brangsong, Kendal terancam gagal panen, karena kekurangan air. Petani setempat terpaksa membuat sumur di tengah sawah lantaran saluran irigasi sudah mengering.

Petani Desa Brangsong membuat sumur di tengah sawah untuk memenuhi kebutuhan air. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Saluran irigasi di sekitar sawah sudah mengering sejak dua bulan lalu. Untuk mencukupi kebutuhan air petani harus menggunakan mesin pompa mengambil air dari sungai besar yang jaraknya 300 meter.

Petani juga beralih dari tanaman padi menjadi palawija karena minimnya pasokan air. Sebagian dari mereka memilih membuat sumur darurat daripada mengandalkan air dari sungai.

“Sawah saya tidak bisa ditanami padi karena butuh air yang banyak. Sementara pasokan air mengering ya tanam palawija,” kata Umi Salamah, petani Brangsong.

Di Desa Brangsong sendiri setidaknya 30 hektare areal persawahan kekeringan dan terancam gagal panen. Kondisi tanah mulai retak-retak karena tidak lagi mendapatkan pasokan air.

“Kondisi ini sudah terjadi hampir dua bulan. Air dari saluran irigasi tidak mampu mengairi sawah yang berada di tengah. Kami harus menyewa mesin pompa agar bisa mendapatkan air namun harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 300 ribu perhari,” ujar  Dimyati, petani lainnya.

Dia berharap pemerintah Desa Brangsong bisa menyediakan mesin pompa agar sawah petani tidak lagi kering dan tanaman padi yang sudah berusia satu bulan tidak gagal panen. Jika sampai gagal panen, petani bisa merugi hingga belasan juta rupiah. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.