Investor Tak Sepakat, Jateng Park Molor Lagi

Wana Wisata Penggaron. Foto: bisniswisata.co
Wana Wisata Penggaron. Foto: bisniswisata.co

SEMARANG – Pembangunan Taman Safari Jawa Tengah atau Jateng Park dipastikan molor. Proyek di kawasan Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang, itu terkendala bentuk kerja sama pemanfaatan lahan antara pemerintah provinsi, Perum Perhutani, dan investor.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan, sudah ada beberapa calon investor yang berminat mendanai pembangunan “Jateng Park”, antara lain, dari Tiongkok, Korea, dan grup Panin Bank. Namun hingga pembicaraan terakhir belum ada kesepakatan skema kerja sama pemanfaatan lahan. “Investor keberatan kalau kerja sama operasional, karena ingin kawasan itu clear sehingga bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Tapi menurut kami, tukar menukar dan pinjam pakai tidak memungkinkan,” katanya, Jumat (23/1).

Menurut dia, Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 31 Tahun 2014 harus direvisi agar pembangunan fisik “Jateng Park” dapat segera dilakukan. “Permenhut No.31/2014 diubah di bagian pemanfaatan kawasan dimasukkan pada aspek konservasi,” ujarnya.

Terkait tudingan DPRD Jateng yang merasa tidak dilibatkan dalam perencanaan proyek ini, menurut Sri Puryono salah besar. “Kami selalu berkomunikasi dengan legislatif, terutama dari Komisi B dan yang ngomong seperti itu tidak belajar dengan sejarah,” tegasnya. (byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.