Investor Asing Tertarik Bangun Perusahaan Padat Karya

Industri rokok, sebagai salah satu contoh perusahaan padat karya. Foto: agro.kemenperin.go.id
Industri rokok, sebagai salah satu contoh perusahaan padat karya. Foto: agro.kemenperin.go.id

SEMARANG – Investor asing mulai melirik Provinsi Jawa Tengah untuk menanamkan modalnya. Mereka tertarik untuk membangun perusahaan, terutama dengan konsep padat karya.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Yuni Astuti, mengatakan, belum lama ini pihaknya diminta untuk menjadi pembicara pada seminar bisnis yang dilaksanakan di Singapura. Adapun, mayoritas peserta berasal dari sejumlah pengusaha.

“Kami melihat indikasi ketertarikan mereka (investor asing) terhadap Jateng cukup tinggi. Indikasi ini harus segera ditangkap oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Jateng, mengingat proses investasi kan tidak bisa langsung,” ungkapnya, Selasa (27/1).

Investor asing tertarik untuk membangun perusahaan yang padat karya. Kondisi itu karena menurut mereka SDM yang tersedia di Jateng sangat kompetitif dibandingkan daerah yang lain, di antaranya dari segi upah dan kemampuan.

“SDM di Jateng terkenal lebih kondusif dan mau belajar, jadi kemampuan mereka terus tumbuh. Kondisi ini yang membuat pengusaha asing tertarik untuk berinvestasi di Jateng,” jelasnya.

Apalagi, imbuh Yuni, setengah dari populasi masyarakat Jawa Tengah atau hampir 17 juta masyarakat merupakan usia produktif untuk angkatan kerja.

Sementara itu, melihat kondisi geografis Jawa Tengah, masih banyak daerah yang bisa dijadikan sebagai kawasan industri. Salah satu daerah yang dalam waktu dekat ini tersedia kawasan industri yaitu Kabupaten Kendal.

“Dengan luas lahan 3.000 hektar maka kawasan industri di Kendal bisa menjadi pilihan yang menjanjikan bagi para investor. Apalagi ke depan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan komplek perumahan pekerja dengan sejumlah fasilitas umum,” tandasnya. (MJ-15)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 5 = 8

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.