Interkoneksi Dorong Kunjungan Pelancong ke Borobudur

Pemerintah Provinsi Jateng dengan DIY sudah saling melakukan kerja sama. Demikian pula dengan pengelola Borobudur.

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jateng akan terus mendorong interkoneksi antara destinasi wisata. Keberadaan candi Borobudur harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kulonporogo DIY.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri tasyakuran kemenangan Jokowi-Amin Ma’ruf oleh Dulur Ganjar di Joglo Krajan Magelang, Minggu (14/7/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Kita akan terus mendorong ¬†interkoneksi antara destinasi satu dengan yang lainnya agar jumlah wisatawan yang datang terus bertambah,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai acara Tasyakuran kemenangan Jokowi-Amin ma’ruf oleh Dulur Ganjar di Magelang, Minggu (14/7/2019).

Ganjar mengatakan, saat ini merupakan momentum yang bagus, ketika di DIY ada bandara baru dan Borobudur ada pengelola. Dirinya sudah berkeliling di Magelang dan Borobudur di mana potensi alamnya sangat luar biasa.

Dengan modal yang demikian, maka tugasnya adalah mempromosikan. “Saya sudah bertemu dengan anak-anak Genpi, kelompok Sadar Wisata sehingga akan terus saya dorong dengan membuat event-even. Sebentar lagi juga akan ada konser Westlife di Borobudur,” ujarnya.

Dengan banyak mengadakan event, diharapkan nantinya tempat-tempar kuliner, kerajinan, spot tourism, akomodasi termasuk MICE akan laku.

Bahkan dirinya juga diminta kembali mendatangkan aktor Richard Gere yang beragama Budha, sehingga bisa ikut mempromosikan dari sisi religi. Apalagi, di seputar Candi Borobudur, wisata religi juga sangat banyak, seperti sejarah Islam, Kong Hucu dengan klenteng di Muntilan, juga ada gereja Ayam.

“Di sini ada pluralisme, kebhinekaan, sehingga akan terus kita dorong wisata religi juga faktor-faktor budaya dan potensi yang ada untuk terus kita kembangkan,” paparnya.

Dengan potensi-potensi semacam itu, imbuh Ganjar, maka untuk pengelolaan tidak boleh
berbasis kabupaten saja, melainkan harus ada kabupaten dan kota, seperti Kota Magelang, Purworejo dan Kulonrpogo DIY.

Dikatakan pula, antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan DIY sudah saling melakukan kerja sama. Demikian pula dengan pengelola Borobudur. Sehingga saat ini tinggal melakukan eksekusi dengan membuat rencana aksi yang lebih konkrit.

Diakuinya, pemprov sudah memiliki program khusus dengan mengajak badan pengelola untuk lebih startegis dalam mengelola, berdasarkan protensi yang ada.

Dia mengingatkan bahwa datang ke Borobudur tidak hanya melihat candinya saja, namun juga banyak kuliner, sport tourism, balkondes dan lain sebagainya. Disebutkan, Borobudur Marathon saat ini sudah berada di ranking 2 di Indonesia.

“Kita akan buat ranking satu seperti Tokyo Marathon, juga akan membuat event sekelas Tour de France untuk sepedanya,” kata Ganjar. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.