Inilah Adipura Pertama untuk Kabupaten Magelang

Bupati Magelang Zainal Arifin saat menyapa pelajar yang antusias menyambut kedatangan Adipura untuk Muntilan, Kabupaten Magelang, yang baru pertama kali di raih, Kamis (3/8). (foto: h kurniawati/metrojateng.com)

MAGELANG – Setelah menanti selama 22 tahun, akhirnya Kabupaten Magelang memperoleh penghargaan tertinggi di bidang kebersihan, Adipura. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini diberikan atas penilaian kebersihan di Kecamatan Muntilan. Kabupaten Magelang memiliki 21 kecamatan, dan memilih mengajukan Muntilan untuk penilaian.

Tahun 1997 lalu, Muntilan pernah mendapatkan sertifikat. Namun karena ada krisis moneter dan erupsi gunung Merapi, maka soal kebersihan tak menjadi prirotas pada tahun-tahun sesudahnya. Setelah Kabupaten Magelang dipimpin Zainal Arifin, kebersihan kembali diperhatikan.

Ia bersama pihak-pihak terkait terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan terutama lingkungan sekitar. “Setelah lama, akhirnya Adipura yang kita nanti-nanti ada di tangan. Terima kasih untuk seluruh warga Muntilan dan warga kabupaten Magelang lainnya, yang ikut bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk selalu menjaga kebersihan,” kata Bupati Zainal Arifin , usai kirab Adipura di kecamatan Muntilan, Kamis (3/8).

Adipura disambut dengan sangat meriah oleh segenap warga. Bupati yang baru saja menerima Adipura di Jakarta, bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tri Agung Sucahyo, langsung disambut para kepala OPD di lingkungan Pemkab dan Forkompinda, pelajar dan berbagai komunitas, seperti komunitas motor tua, jeep, VW Cabrio, sepeda onthel, petugas kebersihan dan sebagainya.

Mendekati kecamatan Muntilan sebagai finishnya, bupati langsung turun dari kendaraan dan menyalami pelajar serta warga yang sudah lama menanti kedatangan rombongan Adipura. Suasana bertambah meriah, apalagi banyak warga yang minta meminta swa-foto dengan orang nomor satu di Kabupaten Magelang itu.

Hal sama juga terjadi di Kota Magelang yang selama enam kaliberturut-turut memperoleh Adipura. Ribuan masyarakat dan pelajar sejak siang sudah berdiri di pinggir jalan Ahmad Yani untuk menyambut Adipura.

Walikota Sigit Widyinindito yang melihat antusiasme masyarakat, langsung turun dari kendaraan dinas, dan berjalan kaki menyalami pelajar dan masyarakat.

Bahkan ia tidak menampakkan rasa capek kendati baru saja pulang dari jakarta, dan berjalan menyusuri jalan Ahmad Yani hanya untuk menyapa ma`syarakat. Banyak pelajar dari tingkat SD hingga mahasiswa  juga minta foto bersama dengan Walikota, dan semua diladeni dengan sabar.

Piala Adipura dikirab menggunakan mobil hias dengan didampingi Duta Wisata Kota Magelang 2016. Turut mengikuti kirab mobil hias berisi penari jathilan, rombongan Camat dan Lurah se-Kota Magelang, komunitas sepeda motor, organisasi pemuda, pasukan kebersihan, dan lain sebagainya.

Kirab menyusiri jalan A Yani, jalan Pemuda, Jalan Jendral Sudirman dan  berakhir di kantor Pemkot di jalan Sarwo Edi. Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyatakan,  kembali diraihnya Piala Adipura ini utamanya karena partisipasi seluruh warga Kota Magelang yang luar biasa. Ia menilai, rakyat Magelang sudah merasa memiliki kotanya dan “handerbeni”.

Ia berujar, bila masyarakat ikut partisipasi, beban dan tugas pemerintah jadi lebih ringan. Bank sampah, kampung organik, dan upaya pengurangan sampah lainnya sudah berjalan dengan baik. “Itu semua dilakukan oleh warga. Maka, Piala ini prestasi rakyat dan milik semuanya,” tuturnya.

Setelah diraihnya piala keenam kalinya ini, Sigit meminta semua pihak untuk tidak berhenti berinovasi. Upaya pengurangan produksi sampah setiap hari harus dilakukan, tentunya dengan inovasi dan kreasi lainnya.

Tahun ini ada inovasi pemusnahan sampah dengan larva, maka tahun depan harus ada inovasi lagi. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

41 + = 49

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.