Ini ‘Warisan Pekerjaan’ untuk Anggota DPRD Kota Semarang Periode 2019-2024

Terbatasnya waktu ada beberapa pekerjaan yang belum selesai dikerjakan.

SEMARANG – Anggota DPRD Kota Semarang periode 2014 – 2019 telah menyelesaikan masa bhaktinya pada hari Rabu ini (24/8/2019). Beberapa tugas ini masih belum terselesaikan.

Supriyadi memimpin rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Kota Semarang periode 2019-2024, Rabu (14/8/2019). (metrojateng.com/Masrukhin Abduh)

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, sesuai UU Nomer 23 Tahun 2014, anggota dewan baru harus diambil sumpah dan janjinya dalam rapat paripurna oleh ketua pengadilan negeri.

Namun sebelum pengambilan sumpah dan janji, pihaknya menyampaikan kerja yang telah dilakukan oleh anggota dewan periode 2014-2019 yang berakhir hari ini.

Dia juga mengajak para peserta untuk mendoakan almarhum Yudi Mardiana, kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang yang telah meninggal dunia pada Senin (12/8) lalu.

Menurut Supriyadi, selama 5 tahun mengabdi anggota dewan periode jabatan 2014 – 2019 telah berlangsung penuh dinamika. Para anggota dewan telah berupaya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Namun tentu ada kekurangan, maka kami berharap bisa dilanjutkan oleh anggota dewan periode selanjutnya,” kata Supriyadi yang juga terpilih lagi menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Semarang.

Dewan periode sebelumnya menurutnya telah manghasilkan banyak produk mulai keputusan dewan hingga peraturan daerah atau perda. Selain itu pembentukan pansus, panitia kerja dan lainnya.
Dewan periode sebelumnya juga telah melakukan 14 Kali kegiatan reses, aktif melakukan dialog, audiensi dan kunker. Juga telah melakukan fungsi anggaran.

“Bidang pengawasan juga telah melakukan tugas dengan baik sehingga laporan keuangan Pemkot Semarang memperoleh opini WTP dari BPK,” ujarnya.

Tapi karena terbatasnya waktu ada beberapa yang belum selesai dikerjakan. Dia menyebutkan di antaranya raperda permohonan pelepasan aset, raperda perubahan anggaran DPRD, raperda tentang perubahan rencana tata ruang wilayah, yang semuanya masih dalam pembahasan atau tinggal menunggu evaluasi gubernur. “Berharap dewan baru bisa menyelesaikannya,” tegasnya. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.