Ini Tanggapan Ganjar Soal Elektabilitasnya Bertengger Nomor Dua di Survei

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang namanya melejit di hasil survei Indikator Politik Indonesia.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara setelah Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas beberapa tokoh nasional. Salah satu hasil survei itu menyebutkan elektabilitas Ganjar Pranowo melambung menjadi 11,8 persen.

Survei tersebut dilakukan via wawancara sambungan telepon pada 16-18 Mei 2020 terhadap 1.200 responden itu menempatkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas 14,1 persen. Namun, meski berada di urutan teratas, nilai tersebut jauh menurun dari survei sebelumnya pada bulan Februari. Saat itu elektabilitas Prabowo mencapai 22,2 persen.

Berada di bawah Prabowo Subianto, ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan nilai elektabilitas 11,8 persen. Nilai yang diperoleh Ganjar itu melambung dari survei elektabilitas bulan Februari yang hanya 9,1 persen. Lantas, bagaimana komentar Ganjar terkait hasil survei itu? Sambil tetap duduk di kursi kerjanya, Ganjar memberi jawaban yang mengejutkan.

“Saya sebenarnya tidak terlalu tertarik untuk membicarakan soal survei,” kata Ganjar. Menurut Ganjar perbincangan tentang hasil survei tidak etis dilakukan dalam masa-masa seperti ini.

“Karena sebenarnya dalam kondisi masyarakat seperti ini tidak etis lah ya saya mengomentari yang seperti itu,” tandasnya. Lebih baik menurut Ganjar konsentrasimya dia curahkan untuk penyelesaian Pandemi yang masih menunjukkan tren kenaikan kasus.

“Biarlah survei menjadi diskursus publik. Tapi bagaimana saya lebih menyiapkan agar masyarakat segera selesai dengan banyak urusan terkait dengan efek dari Pandemi COVID-19 ini. Itu jauh lebih jadi perhatian saya. Jadi yang survei biarkan survei begitu ya, saya mengurus ini saja,” katanya.

Survei tersebut dilakukan kepada responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018-Maret 2020. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.