Ini Sosok Kartini di Balik Kemudi Ojek Online

SOSOK Kartini merupakan inspirasi setiap wanita yang telah memberikan dampak yang sangat dirasakan oleh kaum perempuan saat ini. Mulai dari hak untuk mendapatkan pendidikan, hingga kesetaraan dalam pekerjaan. Sosok Kartini lantas tidak menghilang begitu saja, karena selalu ada penerus yang melakukan perubahan dengan caranya sendiri.

Sumiyati
Foto: istimewa

Seperti para perempuan di balik kemudi ojek online. Tidak kalah dengan kaum Adam yang juga berjuang pada profesi tersebut, para pengemudi perempuan ojek online dari Go-Jek juga punya cerita yang menginspirasi.

Sumiyati (39), wanita asal Semarang yang biasa dipanggil Bu Sumi itu adalah seorang single parent yang berjuang sendiri menghidupi ketiga anaknya setelah ditinggal sang suami meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Kerasnya perjuangan menjadi orang tua tunggal mengharuskan dia untuk mencari cara agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya selain dari menjual tissue keliling. Dirasa tidak cukup memenuhi kebutuhan, akhirnya Bu Sumi memutuskan untuk mencoba bergabung menjadi pengemudi Go-Jek.

“Perbedaannya sekarang waktu yang biasanya terbuang setelah kerja atau bahkan saat hari libur kerja pun bisa dimanfaatkan untuk cari uang tambahan,” katanya.

Setiap hari dia bekerja mulai dari pukul 05.00 hingga 23.00. “Tantangannya selama ini paling hanya cuaca ekstrem dan customer yang kadang-kadang suka nakal,” tuturnya.

Penghasilan yang didapat dari menjual tissue dan menjadi mitra Go-Jek mampu dia gunakan untuk menghidupi ketiga anaknya yang berusia 17, 13, dan 6 tahun yang kini masih tinggal di Purwodadi, sementara Bu Sumi tinggal sendiri di Semarang.

Walaupun dia harus banting tulang setiap hari dari hari masih gelap hingga kembali gelap, Bu Sumi tetap menyempatkan diri untuk pulang dan bertemu anak-anaknya setiap minggu.

Ngaminah
For: istimewa

Cerita lain datang datang dari Ngaminah (48), seorang terapis Go-Massage asal Semarang yang sudah bergabung sejak bulan Oktober 2016. Sebelumnya dia bekerja sebagai pemulung dan tukang pijat panggilan di kalangan tetangga. Penghasilan yang didapat tak menentu bergantung ada tidaknya panggilan untuk memijat.

Menurut Ngaminah, pekerjaan jadi pemijat di salah satu aplikasi Go-Jek itu sangat membantunya dari sisi pendapatan yang lebih baik. “Sekarang dari penghasilan saya sebagai terapis Go-Massage, saya bisa membeli tanah di depan rumah dan juga memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selain itu Ngamina juga mengatakan kini ia lebih paham bagaimana teknologi berkontribusi besar dalam kehidupan sehari-harinya. “Setelah mengerti sekarang orderan saya jadi lebih banyak, pelanggan datang dari seluruh Semarang bahkan sampai Kabupaten Semarang karena Go-Massage kasih saya kesempatan untuk pijat di semua tempat dan kepada siapapun,” ujarnya.

Ketika mendapat order, Ngamina selalu ditemani suaminya yang kini tidak bekerja lagi.

Widji Hariyati
Foto: istimewa

Sosok Kartini lainnya adalah Widji Hariyati (42) yang mampu mengantarkan anaknya ke bangku kuliah. Usia yang tidak muda sebagai single parent merupakan hal yang berat.

Hingga akhirnya berprofesi sebagai driver Go-Jek untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menafkahi kedua anaknya. Widji mengaku bahwa perekonomiannya sangat terbantu sejak dirinya bergabung menjadi pengemudi ojek online.

“Dulu waktu awal gabung Go-Jek saya masih pakai motor warisan ayah. Sekarang sudah bisa beli sendiri dan menguliahkan anak ke salah satu perguruan tinggi di Semarang,” katanya.

Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya mengantarkan sang anak ke bangku kuliah di Universitas Diponegoro. Baginya, kedua anaknya lah yang menjadi sumber inspirasi dan semangat untuk tetap berjuang mencari nafkah.

“Mungkin tantangannya, karena saya adalah seorang wanita dan seorang ibu, di pagi hari saya harus mengurus anak-anak saya terlebih dahulu, mengantar si kecil, kemudian saya mulai Go-Jek dari siang hingga malam. Semua saya lakukan demi masa depan anak-anak,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.