Ini Kerugian yang Ditanggung PSIS Gara-gara Liga 1 Disetop

Penundaan kompetisi bakal mengganggu hubungan klub dengan pihak sponsor

SEMARANG – CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi buka suara soal penghentian kompetisi Liga 1. Klub merasakan dampak yang paling besar dan kemungkinan bisa ditinggalkan oleh sponsor.

PSIS dan klub-klub Liga 1 dipastikan bakal tombok di akhir musim

PSSI melalui Ketua Umum Edy Rahmayadi, pada Selasa (25/9) sudah menyampaikan bahwa kompetisi Liga 1 level senior dihentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan. Keputusan tersebut kemudian diperkuat dengan surat Nomor 4195/AGB/1903/IX-2018 tanggal 26 September 2018 yang disosialisasikan kepada 18 klub peserta Liga 1.

Menurut Yoyok, macetnya roda kompetisi otomatis akan membebani klub. Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya tersebut mencontohkan PSIS yang harus menganggarkan Rp 900 juta untuk gaji pemain.

“Ditambah operasional tim dan lainnya, total pengeluaran PSIS tiap bulan bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Dengan molornya kompetisi, pengeluaran di akhir musim pasti membengkak. Minimal harus tambah lagi Rp 1,2 miliar,” kata Yoyok, Kamis (27/9/2018).

“Jika sesuai jadwal, kompetisi berakhir sampai 9 Desember, begitu juga dengan kontrak pemain. Kalau molor, mau tidak mau kami harus menambah durasi kontrak selama sebulan. Tidak mungkin dong perpanjangan kontrak hanya satu dua minggu. Klub-klub lain pasti juga mengalami hal yang sama,” dia menambahkan.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut mengakui bahwa penundaan kompetisi bakal mengganggu hubungan klub dengan pihak sponsor. “(Kompetisi berhenti) bukan kondisi yang diinginkan oleh pihak sponsor. Mereka juga butuh kepastian,” katanya.

Rencananya, akhir pekan ini klub-klub peserta Liga 1 akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut. “Ada 18 klub Liga 1 dan kami akan melakukan pertemuan pada 30 September untuk menentukan sikap dan meminta kepastian dari PSSI maupun operator kompetisi,” beber Yoyok.

PSSI memutuskan menghentikan Liga 1 mulai pekan ke-24, imbas tewasnya pendukung Persija Jakarta di Stadion GBLA Bandung, Minggu (23/9) kemarin. PSIS sendiri masih memiliki 11 pertandingan dan lima di antaranya berstatus laga kandang. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.