Ini Asal Usul Nama Nasi Gandul di Pati

daftar-penjual-nasi-gandul-pati

Jika anda bepergian ke Kabupaten Pati, anda akan menjumpai satu jenis kuliner yang khas daerah ini yaitu Sego Gandul atau Nasi Gandul.† Nasi gandul sepintas mirip dengan perpaduan soto dan gule, berupa daging yang dengan kuah yang berwarna kecoklatan dengan rasa gurih manis. Nasi gandul ini begitu khas karena penyajiannya wajib menggunakan daun pisang sebagai alas piringnya. Biasa disajikan dengan berbagai pelengkap, misalnya telur pindang, daging atau jerohan yang dipotong-potong menggunakan gunting atau cukup dengan tempe yang digoreng garing.

Pertanyaannya, kenapa dinamakan Nasi Gandul?

Konon menurut cerita, daerah di Pati yang memopulerkan nasi gandul ini adalah desa Gajahmati (arah selatan teminal bus Pati), itulah sebabnya sering ditemui kata-kata Nasi Gandul Gajah Mati. Walaupun pada akhirnya banyak ditemui penjual nasi gandul yang tidak berasal dari desa Gajahmati tetap menuliskan kata desa Gajahmati pada spanduk tempat makan mereka.

Di kalangan warga Pati banyak beragam versi tentang asal-usul Nasi Gandul. Setidaknya ada 3 versi yang paling sering mengemuka:

1. Penjualnya Bawa Pikulan.

Konon jaman dulu, di daerah Pati, penjual nasi gandul menjajakan nasinya dengan menggunakan pikulan yang berisi kuali (tempat kuah nasi gandul) di satu sisi, dan bakul nasi serta peralatan makan nasi gandul di sisi lain.† Saat dibawa berjalan dari kampung ke kampung itulah, pikulan tampak gondal-gandul atau naik turun. Oleh pembeli akhirnya disebut sebagai Nasi Gandul.

2. Penyajian Unik

Ada yang menganggap nama nasi gandul terinspirasi dari cara penyajian nasi gandul yang unik. Cara penyajiannya: piring yang telah dilapisi oleh daun pisang, kemudian diisi oleh nasi, baru setelah itu diberi kuah. Karena penyajian yang serupa itu, oleh para pembeli menyebut bahwa nasi dan kuah itu mengambang; menggantung atau dalam bahasa Jawa disebut nggandul.

3. Dibalik Sarung

Versi ketiga asal-usul Nasi Gandul ini bisa jadi humor warga Pati saja. Diceritakan pada mulanya, penjual Nasi Gandul yang seorang pria menjajakan dagangannya dengan berkeliling. Umumnya mereka memakai sarung. Nah, ketika penjual tersebut duduk dan melayani pembeli, sarung penjual tersebut tersingkap dan kelihatan alat kelaminnya yang Ďgondal-gandulí. Kemudian, sejak saat itu orang menyebut nasi itu adalah nasi gandul.
Jadi menurut anda versi mana yang benar? Monggo saja, yang penting saat berkunjung ke Pati jangan lupa menyantap Nasi Gandul. Apalagi buat yang jomblo, siapa tahu bisa mengobati hati yang gondal-gandul karena belum punya pasangan. (tro)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 2 = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.