Ini Akibatnya Kalau Niat Beli Kayu Tapi Malah Kepincut Bodi Gadis 18 Tahun

?

JEPARA – Berniat mencari batang kayu untuk dibeli, Padiman Dwi Yulianto malah tergiur dengan tubuh RA, 18 tahun. Kini Padiman harus berurusan dengan polisi lantaran mencabuli RA.

Peristiwa ini bermula saat tersangka Padiman berkeliling di lingkungan rumah korban. Padiman lantas mendatangi rumah RA. Mulanya berniat bertemu orangtua korban lantaran hendak membeli kayu yang ada di pekarangan rumah RA.

RA yang menerima kedatangan Padiman menyampaikan jika orangtuanya sedang tidak di rumah. Namun, tersangka memaksa bertamu. Sehingga, RA mempersilakan Padiman masuk rumah.

Di dalam rumah, Padiman beraksi bak paranormal. Dia mencoba menebak-nebak kondisi RA.

“Saya tanya-tanya dia (korban) apakah sudah tidak perawan, terus dia mengaku, iya. Lalu, saya coba tebak-tebak kalau dia sedang diguna-guna sama teman laki-lakinya,” ujar Padiman saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Rabu 24 Mei 2017.

Tersangka merasa tebakannya tepat. RA pun mengiyakan bila dia sedang merasa diguna-guna teman laki-lakinya. Padiman, lantas menawarkan pengobatan untuk mengilangkan pengaruh guna-guna pada diri RA.

“Syaratnya dipijit dengan sperma,” kata Padiman.

RA tak menampik tawaran tersangka. Padiman lantas menyiapkan prosesi menghilangkan pengaruh guna-guna. RA diajak ke pekarangan di belakang rumahnya. Disanalah Padiman mencabuli RA.

“Belum sempat saya masukan tapi sudah keluar (ejakulasi, red) di pusar. Lalu saya suruh mengoleskan (sperma) di punggung dan payudaranya. Terus saya pulang,” pengakuan Padiman.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menyampaikan, kasus ini terungkap ketika RA tanpa sengaja cerita kepada orangtuanya. Geram setelah mendengar cerita anaknya, Padiman didatangi warga desa tempat tinggal RA, pada Kamis 18 Mei 2017.

“Saat didatangi, tersangka sedang tiduran di kamar di rumahnya di Desa Mulyoharjo,” ungkap Suharta.

Usai melampiaskan birahinya, Suharta menambahkan, tersangka kembali mencoba merayu korban. Jika perasaan diguna-guna belum juga hilang, tersangka bersedia memijit korban kembali dengan spermanya.

“Tersangka menawarkan hari ini bertemu kembali di tempat yang sama kalau korban masih menginginkan pengobatan,” beber Suharta.

Atas perbuatannya, ditegaskan Suharta, Padiman diancam pasal 81 Jo pasal 76d dan atau pasal 82 Jo 76E Undang-undang RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang RI No. 23 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (oby)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 39 = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.