Inflasi di Kudus Dipicu Lonjakan Harga Pangan

Pedagang sembako di Pasar Ratu Jepara. Foto: metrojateng.com/Roby Shani
Pedagang sembako di Pasar Ratu Jepara. Foto: metrojateng.com/Roby Shani

KUDUS Lonjakan harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Kudus berimbas pada terjadinya inflasi. Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, inflasi pada bulan Mei sebesar 0,45 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 124,03 %. Angka tesebut lebih tinggi dari bulan April yang hanya 0,21 % dengan IHK 123,47 %.

Kepala BPS Kabupaten Kudus Endang Dwi Rahayu menyampaikan, selain lonjakan bahan pangan, inflasi juga disebabkan kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran. Seperti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,11 %, kelompok sandang 0,89 %, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,19 %, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,3 %, kelompok kesehatan 0,9 %, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,2 %.

“Kelompok bahan makanan 0,31 %. Prinsipnya lonjakan harga otomatis langsung berdampak pada inflasi,” ujar Endang, Jumat (05/6).

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi, Endang melanjutkan, adalah bawang merah, telur ayam ras, beras, salak, baju anak, dan tarif dokter. Sementara, komoditas yang menyumbang deflasi adalah jeruk, cabai rawit, kulkas, televisi berwarna, dan cumi-cumi.

“Bulan Mei lalu, beberapa komoditas memang sudah mengalami kenaikan, terutama beras yang langsung memberikan dampak besar bagi inflasi karena konsumsinya besar,” pungkas Endang. (Oby)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

21 − = 15

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.