Industri Jasa Keuangan Belum Optimal Sentuh Usaha Mikro

Data tahun 2016, di Jawa Tengah terdapat usaha mikro sebanyak 3.776.843 atau sebesar 90,55% dari total UMKM dan menyerap 5.738.839 tenaga kerja.

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY mencatat sebagian besar usaha mikro belum tersentuh industri jasa keuangan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi OJK untuk menyiapkan program strategis mengatasi persoalan itu.

Ilustrasi. Penyaluran kredit mikro di Jateng masih relatif kecil apabila dibandingkan dengan jumlah usaha mikro. OJK telah menyiapkan beberapa program strategis yang terkait dengan alternatif pembiayaan sektor strategis Pemerintah. Foto: metrojateng.com/dok

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa mengatakan, terlepas dari kinerja yang sudah sangat positif, pihaknya melihat masih adanya ruang yang cukup besar bagi industri jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jawa Tengah.

“Ada beberapa daerah kita riset potensi UMKM sangat besar, ternyata industri keuangan yang masuk ke sana belum banyak. Padahal ada potensi itu,” ungkapnya, Rabu (13/2/2019).

Berdasarkan riset OJK, Kabupaten Demak, Jepara, Pekalongan, Wonogiri merupakan daerah memiliki jumlah UMKM yang relatif banyak, namun di sisi lain penyaluran kredit UMKM di daerah tersebut masih dibawah rata-rata Jawa Tengah.

Aman menjelaskan, penyaluran kredit mikro di Jateng juga masih relatif kecil apabila dibandingkan dengan jumlah usaha mikro. Data tahun 2016, di Jawa Tengah terdapat usaha mikro sebanyak 3.776.843 atau sebesar 90,55% dari total UMKM dan menyerap 5.738.839 tenaga kerja. Sementara itu, share kredit usaha mikro hanya sebesar 18,03% dari total kredit UMKM.

“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar usaha mikro belum tersentuh pembiayaan dari industri jasa keuangan,” jelasnya.

Menyikapi berbagai dinamika dan tantangan perekonomian yang dihadapi, OJK telah menyiapkan beberapa program strategis yang terkait dengan alternatif pembiayaan sektor strategis Pemerintah, akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil, persiapan OJK dalam menghadapi revolusi industri 4.0, serta reformasi bisnis proses industri dan internal OJK.

“Selain mengimplementasikan kebijakan strategis OJK, kami akan tetap melakukan berbagai upaya penguatan dan penyehatan OJK di Jateng dan DIY untuk lebih meningkatkan ketahanan dan daya saingnya,” terangnya.

Upaya penguatan dan penyehatan tersebut, akan dilakukan melalui peningkatan permodalan, merger, konsolidasi dan akuisisi, penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang lebih baik, serta peningkatan kualitas SDM dan TI. Upaya tersebut akan dilakukan dengan melibatkan peran aktif asosiasi, pemegang saham, dan penguatan mekanisme pengawasan internal IJK itu sendiri.

“Kebijakan strategis dan upaya penguatan serta penyehatan OJK di Jateng dan DIY diharapkan akan semakin meningkatkan kontribusi IJK terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.