Indeks Tendensi Konsumen Jawa Tengah Bakal Melemah

Pemicunya adanya pesimisme rumah tangga untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

SEMARANG– Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah memprediksi kondisi bisnis dan perekonomian mengalami pelemahan pada triwulan III 2018 berpatok pada nilai indeks tendensi konsumen (ITK).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memanen kedelai di Soropadan dalam kegiatan Gelar Promosi Agribisnis (GPA) ke-8 Soropadan Temanggung, Jumat (27/7). Foto: ch kurniawati

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jawa Tengah, Samiran mengatakan, nilai ITK triwulan III 2018 diperkirakan sebesar 94,00. Kondisi ini dipersepsikan oleh konsumen mengalami penurunan dibandingkan triwulan II 2018.

Pemicunya adanya pesimisme rumah tangga untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi yang ditunjukkan dengan indeks pendapatan mendatang sebesar 97,09.

“Pada Triwulan II 2018, ITK Jateng sebesar 126,73 yang berarti kondisi ekonomi rumah tangga dalam keadaan baik,” kata dia, Senin, 6 Agustus, 2018.

Tiga hal yang mendorong peningkatan itu, berupa volume konsumsi barang dan jasa dengan indeks 133,52, peningkatan pendapatan dengan indeks 128,13 dan kurang berpengaruhnya inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga yang tergambar dari indeks 119,82.

Sementara itu, rumah tangga beranggapan bahwa pembelian barang tahan lama juga akan mengalami penurunan pada triwulan II 2018 yang ditunjukkan dengan indeks pembelian barang tahan lama sebesar 88,59. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.