Imigrasi Periksa Pria Asal Tiongkok, Diduga Palsukan Identitas di PLTU Cilacap

Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Pengawasan diperketat agar tidak ada tenaga kerja asing yang menyalahi aturan izin dan tinggal di Indonesia.

Jateng Banjir tenaga kerja asing
Ilustrasi

SEMARANG – Petugas gabungan imigrasi, Polres Cilacap dan Disnakertrans memeriksa Shan Lichang, seorang pria berkebangsaan Tiongkok lantaran keberadaannya menjadi viral dalam unggahan media sosial (medsos).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas IA Kota Semarang, Ramli HS mengaku pemeriksaan terhadap warga Tiongkok itu dilakukan untuk mengusut dugaan pemalsuan identitas yang sempat viral tersebut.

Setelah dicek ke Kabupaten Cilacap, Shan Linchang kedapatan sudah bekerja di PLTU Buton Cilacap setahun terakhir.

“Sudah diperiksa sejak kemarin. Saya sendiri sudah kroscek kepada perwakilan imigrasi Cilacap. Informasi yang kami dapatkan, pria China itu bekerja di PLTU Cilacap memakai surat izin tinggal terbatas,” kata Ramli saat dikontak metrojateng.com, Jumat (25/1/2019).

Hasil pemeriksaan diketahui ada kesalahpahaman informasi yang dilaporkan oleh petugas keamanan PLTU. Ia mengklaim petugas setempat sengaja memviralkan kabar adanya pekerja Tiongkok sembari memanggil nama Karsono.

“Yang memviralkan kabar tersebut orang security di PLTU. Dia merekam videonya sambil panggil-panggil nama Karsono. Tapi namanya bukan Karsono melainkan Shan Lichang. Makanya polisi sempat memeriksa security tersebut. Setelah dikroscek, yang bersangkutan punya izin tinggal terbatas karena dia bekerja jadi tenaga ahli di sana selama setahun,” tuturnya.

Pengawasan terhadap para pekerja asing yang berada di PLTU Cilacap saat ini masih berlangsung. Pihaknya sengaja memperketat pengawasan agar tidak ada pekerja yang menyalahi aturan izin tinggal di Indonesia. Termasuk menyelidiki keberadaan pekerja asing yang tinggal di rumah-rumah penduduk lokal.

“Kalau ada orang asing bisa menunjukan surat izin kerjanya sesuai aturan, ya tidak masalah. Mereka tetap kita awasi sambil rutin cek ke lokasi tempat tinggalnya,” tegasnya.

Ihwal kabar bahwa Shan Lichang telah mengantongi KTP Indonesia, Ramli membantahnya. Menurutnya Shan Lichang hanya punya kartu identitas sebagai pekerja asal China.

“Dia kerja di PLTU Cilacap jadi tenaga ahli mekanikal. Dia tidak punya KTP Indonesia. Sudah kita periksa. Karena eggak terbukti, makanya kita lepas lah,” ujar Ramli.

Senada juga diungkapkan Wika Bintang, Kepala Disnakertrans Jateng. Ia bilang pekerja Tiongkok itu tidak menyalahi aturan. Karena ia telah mengantongi izin bekerja cukup lengkap. “Jadi tidak ada masalah dengan dia. Itu hanya gurauan dari satpam PLTU saja. Kita juga sudah cek langsung ke sana,” tukasnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.