Iklim Politik, Penjualan Rumah Tak Stabil

Dari kegiatan pameran tampak penjualan jadi naik turun, tidak stabil. Tiga bulan terakhir cenderung menurun hampir di semua segmen.

SEMARANG – Iklim politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) lalu berdampak signifikan pada bisnis properti. Terjadi ketidakstabilan permintaan dan penjualan rumah selama momen tersebut.

Pengunjung sedang mencari informasi di salah satu stan pengembang perumahan di Property Expo Semarang (PES) ke-4 di Mal Paragon Semarang, Rabu (10/7/2019). Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengatakan, penjualan tidak stabil tersebut lantaran banyak pembeli yang memilih menunggu kepastian hasil Pilpres. Banyak yang sudah masuk daftar pembelian, namun masih belum melakukan akad pembayaran.

“Iklim politik memberi pengaruh cukup siginifikan. Dari kegiatan pameran tampak penjualan jadi naik turun, tidak stabil. Tiga bulan terakhir cenderung menurun hampir di semua segmen,” ungkapnya di sela Property Expo Semarang (PES) ke-4 di Mal Paragon Semarang, Rabu (10/7/2019).

Maka itu, pada pameran kali ini pihaknya optimistis penjualan akan lebih baik. Sebab, pasar diperkirakan membaik pasca pengumuman pemenang Pilpres 2019.

“Kita harapkan penjualan bisa di angka normal, karena selama ini ada sesuatu yang tidak beres dengan jumlah permintaan perumahan yang berdampak pada ketidakstabilan penjualan,” katanya yang juga ketua panitia pameran tersebut.

Tahap wait and see dari pembeli, lanjut dia, sudah selesai. Sekarang saatnya pembuktian di pameran, mulai ke-4 hingga ke depan bisa lebih baik.

Sementara, kegiatan PES ke-4 berlangsung 10-21 Juli 2019 dan diikuti oleh 8 pengembang perumahan dan 2 tenant pendukung. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.