Idul Adha Konsumsi BBM Meningkat, LPG Turun 5%

Liburan Panjang- Lebaran hari Raya Idul Adha,, konsumsi BBM mengalami peningkatan, petugas SPBU tetap layani dengan protokol kesehatan (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – PT Pertamina (Persero) mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM pada saat menjelang hari raya Idul Adha 1441 H, tepatnya konsumsi di SPBU rest area Tol Trans Jawa pada ul 29-31 Juli 2020. Peningkatan BBM ini dikarenakan ada arus mudik menjelang hari raya  dan puncaknya terjadi pada Kamis (30/7) lalu.

“Angka peningkatan tertinggi pada  Kamis (30/7) atau saat menjelang malam takbiran di mana peningkatannya mencapai 47,9% untuk gasoil dan 133,8% untuk gasolin, dibanding rata-rata konsumsi harian pada saat new normal atau hari-hari sebelumnya,” ungakp Pejabat sementara (Pjs.) General Manager (GM) MOR IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo.

Menurutnya adanya masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik menjadi salah satu faktor peningkatan konsumsi BBM di Tol Trans Jawa. Kendati demikian, Pramono menambahkan, konsumsi BBM secara keseluruhan di wilayah JBT atau Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih stabil belum menunjukkan peningkatan. yang signifikan.

“Berdasarkan catatan kami, konsumsi harian dalam kurun seminggu terakhir adalah 4.000 kiloliter gasoil dan 10.500 kiloliter gasoline. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya pada saat new normal. Kami pastikan juga stok BBM dan distribusi di wilayah kami berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu untuk permintaan gas LPG dibandingkan Juli 2020,  justru mengalami penurunan sekitar 5 %. Penurunan ini terjadi karena masyarakat  masih mudi, sehingga banyak masyarakat yang tidak melakukan aktifitas memasak. Namun kalau dihitung rata ratabulan konsumsi gas LPG masih sesuai dengan rata-rata bulan yakni sekitar 4.000-4.100 matrix ton (MT) perhari.

Sedangkan untuk avtur sebagaimana diberitakan sebelumnya di Bandara A Yani Semarang ada penurunan sekitar 90%, namun saat ini sudah kenaikan meski belum signifikan. Dari rata-rata normal sebelum Covid19 sekitar 105 kilo liter perhari  dan saat ini  sudah mencapai 35 KL perhari dari sebelumnya yang hanya 10 KL perhari. Ini berarti di Bandara A Yani Semarang sudah ada penerbangan dari Semarang ke kota-kota lain.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina berupaya untuk terus memastikan pasokan energi berupa BBM, dan produk turunannya tetap tersedia untuk masyarakat dan pelanggan setia. Selain itu Pertamina juga terus mengedepankan protokol Covid-19 di lokasi-lokasi pelayanannya. Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin memesan produk-produk milik Pertamina dapat menghubungi kontak Pertamina di 135. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.