Ida Fauziyah Terobsesi Bangkitkan Kegiatan Keagamaan di Pesantren

SEMARANG – Calon wakil gubernur Jawa Tengah bernomor urut 2, Ida Fauziyah berambisi memacu semangat pengelola pondok pesantren untuk menumbuhkan kegiatan keagamaan di 35 kabupaten/kota. Pasalnya, ia menganggap Jawa Tengah dengan cakupan wilayah sangat luas merupakan gudangnya aktivitas pesantren.

Ida Fauziyah
Foto: dok

“Saya sudah mengunjungi tak kurang 223 pesantren di Jateng. Ternyata wilayah ini gudangnya pesantren. Tapi justru terimage-kan sebaliknya. Jawa Tengah seharusnya punya image sama dengan Jatim sebagai basisnya pesantren. Walau begitu, sayangnya selama ini pesantren dibiarkan jalan sendiri tanpa perhatian dari Pemprov Jateng,” ungkap pendamping Sudirman Said yang bertarung di putaran Pilgub Jateng, Senin (16/4).

Ia pun mengaku mendengar banyak keluhan dari pengelola pesantren bahwa keberadaan mereka kerap diabaikan oleh Pemprov.

“Yang saya dengar dari santri-santri, banyak pesantren tidak direken. Maka sangat mengherankan bila tiba-tiba ada sejumlah pihak yang seolah-olah memberikan perhatian selama kampanye Pilgub,” kata Ida tanpa menyebut identitas yang dimaksud.

Lebih lanjut, ia menyampaikan akan memberi perhatian penuh kepada pesantren melalui 22 janji kerja Sudirman-Ida. Dalam janji kerja itu, Ida menyebut akan menggelontorkan dana APBD yang pro santri termasuk mendukung kegiatan keagamaannya.

Pertemuannya dengan sejumlah pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) itu juga memotivasinya untuk menjadikan Jawa Tengah menjadi provinsi yang tumbuh subur dengan kegiatan agama yang Rahmatan Lillalamin.

“Setelah mengupas pagu APBD Jateng, tidak ada satupun peraturan daerah yang pro-pesantren. Contohnya, ada kabupaten yang bikin Perda Madin (Madrasah Diniyah) tapi (kebijakannya) mentok di tingkat provinsi. Tidak ada yang menggolkan perda tersebut. Nantinya kita akan mengubah kebijakan itu, kita tingkatkan kapasitas gurunya, memperbaiki setiap madin,” tegas perempuan yang jadi Ketua PP Fatayat NU sejak 2010 tersebut.

Ida optimistis mampu meraih suara maksimal di Pilgub. Terlebih lagi, ia mendapat dukungan total dari Fatayat, Muslimat serta Nasyiatul Aisyiah.

“Keberadaan saya didukung rekan-rekan Fatayat, Aisyiah. Rekan dari Muslimat juga satu suara dukung saya. Basis massa mainstremnya Fatayat dan Muslimat jelas mendukung saya secara sistematis,” imbuhnya.

Optimismenya tak berlebihan mengingat tiga ormas perempuan itu punya basis pemilih yang loyal dan militan. “Mereka tidak bisa ke lain hati. Saya yakin mereka menyumbang suara yang signifikan untuk membuat perubahan di Jateng. Karena mereka loyal. Kaum perempuan jadi modal kuat untuk menyongsong Pilgub yang tinggal hitungan hari,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

46 + = 53

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.