IBI Dorong Bidan Aktif dalam Layanan JKN-KIS

Setiap bidan perlu membantu dan mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil tentang kewajiban serta keuntungan mendaftarkan bayinya sesegera mungkin pasca lahir.

SEMARANG – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mendorong para bidan aktif dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Upaya itu karena bidan adalah tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam layanan persalinan.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan BPJS Kesehatan Cabang Semarang melakukan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Bayi Baru Lahir kepada bidan di Kota Semarang, Selasa (7/5/2019). Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Semarang, Nawangsih mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan regulasi layanan persalinan, termasuk Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Bayi Baru Lahir kepada bidan di Kota Semarang.

“Setiap fasilitas kesehatan (Faskes) dan dokter praktik perorangan wajib bekerja sama dengan bidang jejaring untuk memberikan pelayanan prima bagi peserta JKN-KIS yang akan mempersiapkan persalinan,” ungkapnya pada sosialisasi yang diselenggarakan BPJS kesehatan Cabang Semarang, Selasa (7/5/2019).

Khususnya bidan praktik mandiri, lanjut dia, ini saatnya mengambil peran penting dalam penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Diketahui, IBI merupakan salah satu unsur kelembagaan yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan Program JKN-KIS. Maka itu, setiap bidan perlu membantu dan mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil tentang kewajiban serta keuntungan mendaftarkan bayinya sesegera mungkin pasca lahir.

Terkait pelayanan program JKN-KIS sebelum dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, setiap peserta yang sedang mengandung wajib untuk mendaftarkan bayi dalam kandungannya. Tujuannya, agar pelayanan kesehatan bayi yang dilahirkan dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, namun jika belum mendaftar maka kepesertaan JKN-KIS itu baru bisa aktif 14 hari setelah proses pendaftaran bayi.

“Sejak akhir tahun 2018 regulasi terkait kepesertaan bayi baru lahir di program JKN-KIS  diubah dalam perpres yang baru. Maka kami perlu dukungan penuh dari bidan untuk sosialisasi kepada peserta agar setiap bayi yang baru lahir dapat segera terdaftar dalam program JKN-KIS paling lama 28 hari sejak dilahirkan,” kata Hardian Retno Satuti, Kepala Bidang Perluasan dan Kepatuhan BPJS Kesehatan cabang Semarang.

Aturan ini dimaksudkan agar seluruh masyarakat memiliki proteksi atau kepastian akan jaminan kesehatan sejak lahir. Tidak sedikit kasus yang mengharuskan bayi mendapat perawatan khusus pasca dilahirkan, apabila telah didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS. Sehingga, sang ibu tidak perlu khawatir lagi atas pembiayaannya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.