Hukuman Hampir Selesai, Napi ini Malah Kendalikan Sabu 2,2 Kilogram

Menyusul ditangkapnya dua orang di exit Tol Pejagan, Brebes, beberapa waktu lalu, terungkap peredaran sabu tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana (napi).

FOTO: Kepala BNNP Jateng Brigjen Muhammad Nur menunjukkan barang bukti paket sabu seberat 2,2 kilogram yang rencananya diedarkan di Soloraya. Ketiga tersangka jaringan pengedar narkotika jenis sabu saat dihadirkan di kantor BNNP Jateng. (metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

 

SEMARANG – Sabu seberat 2,2 kilogram yang disita BNNP Jateng dari dua orang di exit Tol Pejagan, Brebes, Senin lalu ternyata akan diedarkan di daerah Soloraya. Jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Klas IIB Klaten bernama Dwi Ardiansyah alias Dian.

Dian kembali terjerat kasus narkotika meski pada bulan April 2019 mendatang sedianya akan bebas dari penjara dan merencanakan pernikahan.

Dua tersangka yang ditangkap di exit tol Pejagan, Brebes, diketahui bernama Istiyawan (35), warga Kabupaten Karanganyar dan Supraya (41), warga Gunungkidul Yogyakarta. Istiyawan merupakan seorang petugas keamanan di jurusan mesin UNS Surakarta.

“Hari Senin tanggal 25 Februari kemarin kami menangkap dua tersangka pengedar narkotika jaringan Klaten. Ia membawa paket sabu dari Jakarta. Rencananya akan diedarkan di Soloraya,” kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Muhammad Nur saat memberikan keterangan di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB Semarang, Kamis (28/2/2019).

Dua tersangka tersebut disergap oleh petugas BNNP Jateng di exit tol Pejagan, Brebes, Senin (25/2/2019) sekitar pukul 16.00.

Sebelumnya petugas BNNP Jateng mendapat informasi ada mobil Toyota Avanza Silver nopol AD 9067 VP membawa paket sabu dari arah Jakarta. Saat penyergapan, petugas menemukan paket yang dibungkus plastik kresek warna hitam. Di dalam plastik tersebut terdapat dua kemasan teh Cina warna emas.

“Setelah dibuka ternyata dua kemasan teh Cina itu berisi sabu seberat 2 kilogram. Lalu ditemukan juga amplop berisi 200 gram sabu. Total sabu yang disita 2,2 kilogram,” papar Nur.

Setelah dikembangkan, dua tersangka tersebut ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana kasus narkotika di Lapas Klas IIB Klaten. Dian merupakan residivis kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman enam tahun penjara. Seharusnya masa tahanan Dian akan selesai pada tanggal 15 April 2019 mendatang. Dian juga sudah merencanakan pernikahan.

“Jadi dua tersangka tadi diperintah oleh warga binaan Lapas Klaten bernama Dwi Ardiansyah alias Dian. Dian ini sudah sudah kali terkena kasus narkotika. Ia sedang menjalani hukuman penjara enam tahun penjara untuk kasus kedua dan akan bebas pada 15 April 2019 tetapi masih menjadi pengendali juga,” ungkapnya.

Terkait kasus tersebut, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Barang bukti yang disita selain sabu 2,2 kilogram adalah tiga unit telepon genggam dan mobil Avanza milik Istiyawan. “Tersangka saat ini kami tahan di ruang tahanan BNNP Jateng. Kami juga masih kembangkan lagi jaringan ini,” pungkas Nur. (aka)

 

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.