Honor Ketua RT/RW di Magelang Dijanjikan Naik

Ujung Tombak Pemerintah

Saat ini Pemkot Magelang mengalokasikan sebesar Rp 150 ribu per bulan untuk Ketua RT dan Rp 190 ribu per bulan untuk Ketua RW.

MAGELANG – Keberadaan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) menjadi ujung tombak pemerintah di tengah masyarakat. Mereka diharapkan bisa menampung aspirasi warga untuk diteruskan ke pemerintah daerah.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, mengukuhkan 1027 RT dan 192 RW se-Kota Magelang di GOR Samapta, Selasa (8/1/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Sigit Widyonindito, di sela pengukuhan Ketua RT/RW se-Kota Magelang masa bakti 2019-2021, di GOR Samapta, Selasa (8/1/2019).

“RT/RW itu ujung tombak saya di tengah masyarakat. Untuk mewadahi partisipasi masyarakat berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Sigit.

Dia menyebutkan, proses pengukuhan Ketua RT/RW telah melalui tahapan-tahapan di tengah masyarakat. Termasuk tahapan pemilihan layaknya pemilu, lengkap dengan keberadaan tim sukses (timses).

“Itu adalah wujud demokrasi. Perbedaan di tengah RT/RW itu tidak masalah, mari didik anak-anak kita, rangkul semua, supaya kita bisa berbuat yang terbaik,” kata Sigit.

Dalam pengukuhan Ketua RT/RW tersebut, Wali Kota juga sekaligus mengukuhkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang masa bakti 2019-2023. Serta peluncuran universal health coverage/cakupan jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk Kota Magelang.

“Saya ucapkan selamat kepada Ketua RT/RW yang dikukuhkan dan terima kasih karena masih mau mengabdi bersama demi memajukan Kota Magelang,” jelasnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Magelang, Hamzah Kholifi menambahkan, pengukuhan Ketua RT/RW telah rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

“Untuk periode 2019-2021 ini, ada sebanyak 1.027 Ketua RT dan 192 RW yang dilantik dari 17 kelurahan di Kota Magelang,” terang Hamzah.

Dia menuturkan, Pemerintah Kota Magelang telah menganggarkan dana tersendiri untuk insentif Ketua RT/RW. Yakni sebesar Rp 150 ribu per bulan untuk Ketua RT dan Rp 190 ribu per bulan untuk Ketua RW. Insentif ini dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

“Insentif ini adalah wujud penghargaan atas kerja keras mereka yang sudah menyisihkan waktu dan pikiran. Memang tidak seberapa, tapi pemerintah akan terus mengupayakan perbaikan insentif, sepanjang anggaran yang ada mencukupi,” jelas Hamzah. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.