Hoaks Kian Marak, Kominfo Deteksi 22 Ribu Postingan Bermasalah

Mendekati Pemilu, sebaran kabar hoaks yang tersebar di media sosial meningkat 23 persen.

SEMARANG – Masa Pemilihan Umum yang tinggal menyisakan delapan hari lagi justru membuat sebaran hoaks di Jawa Tengah semakin marak.

Foto: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Reina Retnaningrum, saat ditemui di Gedung Gradhika, Jalan Pahlawan Semarang. Fariz Fardianto/metrojateng.con

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah, Reina Retnaningrum, mengakui saat mendekati Pemilu seperti sekarang, sebaran hoaks dari hari ke hari mengalami peningkatan signifikan.

“Hoaks yang tersebar di media meningkat 23 persen hingga saat ini,” kata Reina, tatkala berbincang di Lantai Dua Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (9/4/2019).

Reina menegaskan pihaknya telah meningkatkan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk memberantas hoaks selama masa kampanye.

Setidaknya saat ini sudah ada tiga upaya untuk menangkal penyebaran hoaks yang kian meninggi. Mulai menggencarkan sebaran digitalisasi literasi, menghapus akun-akun medsos penyebar hoaks hingga tindakan pelaporan kepada aparat penegak hukum.

“Kominfo sudah membuat akun lambe hoaks untuk menanggulangi penyebaran berita bohong. Maka dari itu, kita tidak perlu takut lagi, karena kita punya feeling, hati nurani untuk terus mencermati sebarannya,” tegasnya.

Dari hasil pemantauan yang ia lakukan selama ini, terdapat 22.000 postingan hoaks di seluruh Indonesia. Ia mengingatkan kepada peserta Pemilu untuk tidak melanggar aturan berkampanye di medsos. Salah satunya adanya aturan masa tenang kampanye selama tiga hari.

“Tiga hari dilarang kampanye di medsos. Sehingga aturan ini harus ditaati oleh semua peserta. Bagi para ASN sendiri, kita tetap berpedoman pada aturan KPU terkait netralitas selama kampanye,” ucap Reina. (far)

 

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.