Hindari Lonjakan Harga, Masyarakat Diminta Belanja Sembako Secukupnya

image

BOYOLALI – Masyarakat diminta tidak berlebihan dalam berbelanja Sembako selama bulan Ramadhan maupun untuk mencukupi kebutuhan Lebaran. Pasalnya, konsumsi yang tinggi atau aksi borong akan mengakibatkan gejolak harga di pasaran. Harga-harga akan meningkat. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali, Suyitno, mengatakan stok sembako di Boyolali saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Khususnya di bulan ramadan hingga usai Hari Raya Idul Fitri. “Kami jamin stok Sembako masih aman, masih mencukupi. Masyarakat tidak perlu membeli sembako dalam jumlah besar, secukupnya saja agar tidak terjadi gejolak harga di pasar,” kata Suyitno, kemarin. 

Stok sembako itu berada merata di pedagang–pedagang yang tersebar di seluruh wilayah di Boyolali. Menurut dia, harga sembako di pasaran saat ini masih stabil. Namun ada sejumlah komuditas mengalami kenaikan harga, tetapi masih di ambang harga wajar.

Kenaikan harga sembako yang cukup menonjol adalah gula pasir yang tembus harga Rp 17.000/kg. Sebelum ramadan hanya Rp 13.000/kg. “Kenaikan harga gula ini juga dipicu adanya peningkatan konsumsi di masyarakat saat masuk bulan puasa,” jelas dia. 

Lebih lanjut Suyitno juga meminta kepada para pedagang di Boyolali untuk tidak melakukan penimbunan sembako, karena bisa mengganggu distribusi kepada masyarakat. “Penimbunan oleh pedagang akan mengganggu distribusi yang tidak lancar dan akan memicu kenaikan harga. Yang dirugikan adalah masyarakat,” imbuhnya. 

Ditegaskan, Disperindag tidak akan melakukan operasi pasar karena harga sembako masih wajar dan stok barang masih mencukupi. Operasi pasar dilakukan jika harga barang di atas harga kewajaran. 

Imbauan senada disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti Handayani, yang meminta pedagang tidak menimbun sembako. Selain itu juga tidak menaikkan harga seenaknya menjelang Lebaran. “Kalau harga tinggi kasihan masyarakat. Sekarang harga sembako sudah mulai meningkat, Pemerintah harus bergerak menekan harga, jangan sampai terus melambung,” kata Endang, disela-sela pembagian paket sembako murah di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota Sabtu (11/6). 

Sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan kepada warga. Satu paket sembako senilai Rp 40.000. Paket sembako itu berisi 5 kg beras, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 liter. Harga per paket ini lebih murah dari harga di pasaran yang bisa mencapai Rp 90.000. 

Selain di Desa Karanggeneng, pembagian Paket Sembako ini juga dilaksanakan di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras dan Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota. (MJ-07) 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

62 − 52 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.