Hendi Salurkan Donasi Tsunami Selat Sunda

Sebagai Rasa Solidaritas Serahkan Rp 100 Juta

Ini menjadi aksi solidaritas atas bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia sepanjang 2018.

SEMARANG – Ribuan warga masyarakat pada malam pergantian tahun, Senin (31/12/2018) menjadi saksi peluncuran Semarang Bridge Fountain oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Hujan yang mengguyur Kota Semarang pada malam peresmian tersebut tidak menyurutkan niat masyarakat menyaksikan bridge fountain, yang sampai saat ini masih viral di berbagai media sosial.

Semarang Bridge Fountain melalui atraksi air mancurnya di sepanjang jembatan Banjir Kanal Barat Kota Semarang menjadi magnet wisatawan yang datang untuk melewati malam pergantian tahun di Kota Semarang. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan jika Semarang Bridge Fountain merupakan yang pertama di Indonesia.

Tercatat sebelum ini, atraksi serupa baru ada pada Jembatan Banpo yang melintasi Sungai Han, Seoul, Korea Selatan.

Hendi sendiri mengaku sangat berterimakasih atas pemberian izin pengelolaan jembatan Banjir Kanal Barat oleh Presiden RI Joko Widodo, Kementerian PUPR, dan BBWS untuk menjadi aset wisata Kota Semarang.

Sebelumnya Banjir Kanal Barat sendiri hanya difungsikan sebagai mitigasi bencana di Kota Semarang. Menurutnya, point paling penting yang ada malam itu adalah bagaimana Banjir Kanal Barat sebagai mitigasi bencana dalam menanggulangi banjir, dapat disulap menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang.

“Banjir Kanal Barat merupakan proyek Pemerintah Pusat Indonesia yang berada di Kota Semarang untuk mengatasi bencana banjir di wilayah barat. Dan hari ini Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri PUPR, dan Satker BBWS yang telah mengijinkan aset ini kami kelola sebagai salah satu tempat wisata” lanjutnya.

Setidaknya pada malam itu ribuan masyarakat memadati empat ruas jalan untuk menyaksikan atraksi Semarang Bridge Fountain, yaitu di Jalan Basudewo, Jalan Kokrosono, Jalan Madukoro dan Jalan Pusponjolo. “Yang membedakan bridge fountain ini dengan air mancur lain karena penampangnya lebih luas. Jadi dapat dilihat dari empat jalan yaitu Basudewo, Kokrosono, Madukoro dan Pusponjolo,” terang Hendi.

Dilaunchingnya Semarang Bridge Fountain ini juga secara resmi menjadi tanda bagi masyarakat untuk dapat menikmati atraksi air mancur tersebut secara rutin. Hendi pun optimis Semarang Bridge Fountain ini akan menjadi ikon wisata tidak hanya bagi Kota Semarang saja, namun juga Jawa Tengah.

Pada malam hari itu juga Hendi selaku Wali Kota Semarang memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api. Hal itu dilakukan sebagai rasa solidaritas atas bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia sepanjang tahun 2018. Dan sebagai gantinya, Pemerintah Kota Semarang melakukan penyerahan bantuan Rp 100 juta untuk korban Tsunami di Selat Sunda pada malam pergantian tahun tersebut. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.