Hendi Minta Area Kumuh di Sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Dibersihkan

Banyaknya truk parkir liar membuat kawasan sekitar pelabuhan terlihat semrawut.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta Asosiasi Maritim Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menghilangkan kesan kumuh atau semrawut di sekitar pintu gerbang masuk ke pelabuhan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri acara halal bi halal Asosiasi Maritim di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, di Patra Jasa Hotel Semarang, Selasa (25/6/2019).

Dia menegaskan, seluruh pihak terkait di sekitar pelabuhan yang tergabung dalam Asosiasi Maritim Pelabuhan Tanjung Emas, harus terus berbenah dan bersolek.

‘’Keberadaan truk yang banyak parkir liar di sekitar pelabuhan menjadi PR bersama-sama. Kita harus segera tertibkan dengan telah selesainya (pembangunan) pangkalan truk di bekas Terminal Terboyo,’’ kata wali kota.

Ia mengatakan hal tersebut usai menghadiri acara halal bi halal Asosiasi Maritim di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, di Patra Jasa Hotel Semarang, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, banyaknya truk parkir liar membuat kawasan sekitar pelabuhan terlihat semrawut. Dia juga meminta ruas jalan di sepanjang bawah jembatan layang (fly over), khususnya di sekitar pintu masuk, juga dibersihkan agar pemandangan tidak terlihat kumuh.

‘’Kita sering kedatangan wisatawan asing lewat (kapal pesiar mewah) Cruise. Saat mereka turun di pelabuhannya oke, tapi saat mereka melewati pelabuhan, kita masih dapati beberapa tempat di wilayah itu yang kumuh,’’ tegasnya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengusulkan, supaya area kumuh itu disulap menjadi taman-taman lampu hias yang menarik.

‘’Tadi dari Pelindo menanyakan, Pak kalau dibuat pangkalan truk gimana? Boleh, asal ada taman lampu yang lebih menarik,’’ ujarnya.

Dengan pemandangan sekitar pintu masuk yang indah dan terang, Hendi meyakini maka angka kriminalitas di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas juga akan berkurang.

Pihaknya juga optimis dengan terus berbenah dan promosi yang gencar, maka kondisi Pelabuhan Tanjung Emas akan mampu lebih baik daripada Pelabuhan Tanjung Priok Kota Jakarta dan Tanjung Perak Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tanjung Emas, Ahmad Wahid, menegaskan akan mengatur truk-truk yang parkir liar di sekitar pelabuhan. Pihak juga berharap sekitar pelabuhan tidak semrawut dan kumuh karena keberadaan parkir liar.

‘’Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi pemilik maupun awak truk yaitu Organda. Kami akan membangun taman dengan lampu yang indah di sekitar pintu masuk pelabuhan supaya menjadi nyaman,’’ katanya.

Sedangkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warga sekitar yang menjadikan ruas jalan di bawah jembatan fly over kumuh, tidak akan dimusnahkan. Namun akan dikelola supaya perekonomian para pedagang dan warga tersebut semakin membaik.

‘’Pedagang kaki lima tidak akan kita matikan. Tapi justru dikelola supaya lebih baik lagi,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.