Hendi: Menghormati Orang yang Tidak Puasa Adalah Keindahan Ramadan

Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa, mendapati warung makan buka siang hari dan orang tidak puasa menjadi ujian, sekaligus tantangan untuk menguji kesabaran. Hal itu harus disikapi dengan menghormati hak mereka yang tidak berpuasa.

SEMARANG – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menggelar kegiatan tarawih keliling. Dalam kegiatan tarling di Masjid Al Amin, Kradenan Lama, Sukerojo, Gunungpati, Selasa (7/5/2019) malam, Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang menyampaikan kekagumannya atas perbaikan pembangunan Masjid Al Amin yang dinilainya sungguh megah dan bagus dengan biaya miliaran rupiah.

Suasana tarawih berjamaah di Masjid Al Amin, Kradenan Lama, Sukerojo, Gunungpati, Selasa (7/5/2019) malam.

Biaya perbaikan masjid tersebut merupakan swadaya jamaah secara tulus ikhlas. Hal itu, menurut Hendi sangat membanggakan sebagai wujud konsep bergerak bersama dalam membangun rumah ibadah. 

‘’InsyaAllah panjenengan semua telah memiliki investasi sadaqah di akherat nanti. Ketulusan serta keikhlasan warga menjadi semangat bergerak bersama yang membawa keberkahan bagi semua jamaah,” ungkap Hendi.

Tarawih keliling ini lanjut Hendi, selain sebagai bentuk ibadah sekaligus sebagai sarana silaturahim dan momentum perekat kerukunan masyarakat untuk guyub, rukun dan menyatukan paseduluran. Apalagi sebelumnya sempat diwarnai perbedaan pandangan politik yang mungkin muncul pra hingga pasca Pemilu 17 April 2019.

Melalui Ramadan, Hendi mengingatkan kembali suatu keindahan toleransi yang harus senantiasa disyukuri dan dijaga. Dicontohkannya, pada bulan Ramadan masih tetap ada warung yang buka dan pembeli yang makan. Bagi mereka yang berpuasa tentu ini menjadi ujian, tantangan namun tetap disikapi dengan menghormati hak mereka yang tidak berpuasa. Sementara bagi yang tidak berpuasa, tentu adalah hak serta kewajaran untuk tetap makan dan minum guna memenuhi hajat hidupnya.

Namun, semua itu tetap dilakukan dengan menghormati yang berpuasa sehingga tidak makan minum di depan orang berpuasa.

‘’Ini adalah salah satu letak keindahan Ramadan. Di mana ada sikap saling menghormati dan saling menghargai, bahkan mensupport aktivitas agama masing-masing yang menunjukkan toleransi yang tinggi antar umat beragama,’’ terang Hendi.

Guyub, rukun, toleransi serta kondusivitas menurut Hendi adalah landasan fundamental dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik dan hebat menuju kesejahteraan masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kondusivitas, Hendi juga mengajak masyarakat proaktif menyampaikan berbagai masukan melalui aplikasi Laporhendi ataupun koordinasi langsung dengan kelurahan, kecamatan serta pihak kepolisian.

Dia mengajak untuk menjaga iklim kondusif, indah dan sejuk Ramadan dengan tidak melakukan sweeping.

‘’Jika ada sesuatu yang dirasa kurang pas, laporkan saja kepada Pemerintah Kota, kami yang akan sampaikan kepada Polrestabes, biarkan Polrestabes yang akan menegur secara persuasif. Karena saya tidak punya aliran kebatinan, jadi tolong masalah dan masukan apapun sampaikan langsung agar segera bisa dicari solusi dan ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.