Hendi akan Kaji Ulang Kenaikan Retribusi Sampah

Pedagang protes karena retribusi dinilai terlalu tinggi, apalagi kondisi pasar-pasar pasca direvitalisasi masih sepi pembeli.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengakui adanya penolakan tentang kenaikan retribusi sampah untuk pedagang pasar tradisional yang akan diterapkan besok Rabu (1/9). Pihaknya pun akan mengkaji ulang kebijakan tersebut.

harga ayam naik
Wali Kota Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto saat memautau harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional belum lama ini. Foto: metrojateng/dok

Hendi, sapaan wali kota mengatakan, akan mengkaji ulang peraturan wali kota (Perwal) yang mengatur tentang penyesuaian tarif retribusi uang kebersihan. Yaitu Perwal Kota Semarang Nomor 25 Tahun 2018.

‘’Kami akan koreksi kenaikan retribusi tersebut. Mestinya setiap kenaikan itu berdasarkan persetujuan dari kami. Tapi hari ini ada keluhan, saya akan koreksi apa yang membuat kebijakan kepala dinas perdagangan menaikkan sampai sedemikian besar, saya akan koreksi supaya tidak terlalu tinggi,’’ katanya, Selasa (31/7).

BACA JUGA: Mulai Besok Retribusi Pasar dan Sampah untuk Pedagang bakal Naik

Kenaikan retribusi sampah sendiri mengalami kenaikan antara Rp500 sampai Rp1.000 per hari. Pedagang protes karena dinilai terlalu tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar-pasar pasca direvitalisasi masih sepi pembeli.

Sekretaris Paguyuban dan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Surahman mengatakan, berharap kenaikan retribusi sampah disesuaikan dengan kondisi pasar yang saat ini masih sepi. Ia menyebut kenaikan dilakukan tanpa mempertimbangkan hal tersebut.

‘’Saya heran, kebijakan tersebut diambil apakah sudah melakukan pengecekan di lapangan atau tidak. Kami sudah sekali menyurati Wali Kota Semarang agar bisa merubah kebijakan kenaikan retribusi tersebut,’’ ujarnya.

Selain kenaikan retribusi sampah, lanjutnya, pedagang juga harus membayar retribusi pasar yang juga naik Rp 150 per meter baik kios maupun los. Sehingga jika per bulan pedagang harus bayar retribusi sekitar Rp165 ribu – Rp232 ribu yang sangat memberatkan.

‘’Kalau hitungan per hari memang tidak terasa, tapi kalau dikalkulasi sebulan terasa berat. Kios di lantai 1 yang dulu Rp105 ribu menjadi Rp165 ribu per bulan, paling besar kios di depan pasar dari dulu Rp150 ribu menjadi Rp232.500,’’ tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.