Heli Kamov Didatangkan untuk Atasi Kebakaran Gunung Sumbing

Heli Kamov 32A11 memiliki kapasitas pengangkut air lebih banyak dibanding Bolkow, mencapai 5 ribu liter.

TEMANGGUNG – Setelah helikopter jenis Bolkow 105 gagal melakukan pemadaman kebakaran padang savana di Gunung Sumbing dan Sindoro, BPBD Temanggung mendatangkan helikopter jenis Kamov 32A 11BC. Sebelumnya, helikopter itu berada di Jambi dan sudah mendarat di lapangan Kecamatan Kledung, Minggu (16/9/2018).

Heli Bolkow 105 milik BNPB gagal menjangkau lokasi kebakaran di Gunung Sumbing dan Sindoro. Kini BPBD Temanggung mendatangkan Heli Kamov untuk melakukan water bombing. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan, pemadaman dengan menggunakan heli water bombing masih diperlukan, karena api masih membara di Gunung Sumbing.

“Heli jenis Bolkow 105 gagal melakukan water bombing karena terkendala lokasi kebakaran yang berada di atas 8.500 feet,” terangnya.

Namun demikian, helikopter itu tetap disiagakan untuk digunakan memantau titik api. Sementara itu, helikopter Kamov 32A11 memiliki kapasitas pengangkut air lebih banyak dibanding Bolkow, mencapai 5 ribu liter. Untuk sumber mata air akan mengambil di waduk Wadaslintang Wonosobo.

Ia mengatakan, hingga Minggu siang,  kebakaran hutan di Gunung Sumbing belum padam. Bahkan ada tambahan satu titik dibandingkan pada Sabtu (15/9) kemarin. Saat ini titik api terlihat ada di lima tempat.

Kelima titik berada di petak 27-1, 27-2, 27-3 RPH Kemloko BKPH Temanggung dan petak 20-1 RPH Kecepit, BKPH Temanggung. Sedangkan luasan lahan hutan yang terbakar di Gunung Sumbing mencapai 490,9 hektare.

Pemadaman secara manual terus dilakukan dengan melibatkan sekitar  150 personel yang merupakan gabungan dari beberapa unsur,antara lain TNI, Polri, SAR, Perhutani, BPBD, Tagana, dan masyarakat.

Sementara itu, kebakaran hutan di padang savana Gunung Sindoro sudah berhasil dipadamkan pada Jumat (14/9) malam. Hasil pantauan dengan helikopter Bolkow 105 pada Sabtu (15/9) lalu, menunjukkan sudah tidak ada titik api terlihat di Gunung Sindoro. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.